Did You Know...?
""

Biology Update:
Tampilkan postingan dengan label Biodiversity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biodiversity. Tampilkan semua postingan

Spesies Kematangan Seksual Tercepat

Killifish, spesies ikan asal Afrika yang hidup di lingkungan genangan air, hidup hanya mampir kawin. Di lingkungan yang hanya berupa genangan air yang cepat kering, ikan itu harus bisa cepat dewasa dan menghasilkan keturunan. Martin Reichard dan rekannya dari Institute of Vertebrate Biology, Academy of Scince of the Chech Republic, meneliti dua spesies ikan itu, Nothobranchius kadleci dan N furzeri. Dalam publikasi penelitian di jurnal EvoDevo mengungkapkan bahwa N kaldeci mencapai kematangan seksual pada usia 17 hari, sementara N furzeri dalam usia 18 hari. Ini menjadikan ikan itu sebagai spesies hewan bertulang belakang yang paling cepat dewasa. Waktu untuk mencapai kematangan seksual yang cepat itu merupakan sebuah adaptasi. Jenis ini hidup di padang rumput yang hanya punya genangan air saat musim hujan. "Bagi spesies ini, secara biologis, sangat relevan untuk mencapai kematangan seksual secara sangat cepat karena habitatnya yang mungkin kering dalam waktu tiga atau empat minggu. Dengan kata lain, jika mereka dewasa dengan sangat cepat, mereka bisa menghasilkan generasi baru dengan cepat juga. Terungkap juga, telur spesies ini juga menetas dengan sangat cepat, hanya dalam waktu 15 hari. Dengan periode itu, spesies ini juga dinobatkan sebagai spesies dengan jarak antar-generasi paling pendek dibandingkan dengan spesies vertebrata lainnya. Telur dua spesies tersebut juga memiliki adaptasi yang baik. Bila tiba-tiba air mengering, telur akan mengalami dormansi, menunggu hujan turun, yang mungkin baru akan terjadi tahun berikutnya.  Sementara, pertumbuhan tubuh juga cepat. Dalam sehari, tubuh bisa tumbuh sebesar seperempat dari panjang tubuhnya. Semua data tersebut merupakan hasil penelitian di laboratorium. Di habitat alaminya, jika kondisi bagus, kematangan seksual bisa terjadi lebih cepat. Sementara, bila kondisi kurang baik, spesies itu masih bisa hidup walau kematangannya agak lama.

Perubahan Drastis Wajah Bumi


Google merilis animasi yang menunjukkan perubahan drastis wajah Bumi dalam tiga dekade. Animasi dibuat berdasarkan data satelit Landsat, bekerja sama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Badan Geologi AS (USGS), dan TIME. Citra pertama menyuguhkan perubahan yang terjadi di Dubai. Pada tahun 1984, wilayah pantai Dubai masih alami. Namun, seiring pengembangan wilayah, kini ada pulau artifisial bernama Pulau Palem di kawasan pantainya. Tampak, wilayah sekitar pantai juga mengalami perkembangan properti pesat.


Dubai


Citra lain menyuguhkan gambaran yang memprihatinkan tentang kondisi Gletser Columbia di Alaska. Es terus menyusut. Di citra lain lagi, disuguhkan perubahan pada gurun-gurun di Arab Saudi yang kini teririgasi oleh air dari lapisan akuifer.


Columbia


Saudi Arabia


Deforestasi menjadi gambaran lain yang disuguhkan. Animasi Google menunjukkan bahwa wilayah hutan Amazon semakin menyusut akibat pembangunan jalan, penebangan, dan konversi hutan menjadi lahan pertanian.

Brazil

Animasi Google juga menunjukkan mengeringnya Danau Urmia di Iran. Pemerintah Iran menunjuk perubahan iklim sebagai penyebabnya. Sementara itu, kritikus Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa mengeringnya danau adalah akibat pembangunan dam.


Lake Urmia


Terakhir, animasi Google juga menunjukkan apa yang terjadi di kota-kota besar dunia. Google mengambil contoh Las Vegas. Animasi menyuguhkan gambaran ledakan populasi manusia dan dampaknya pada perubahan wajah kota.


Las Vegas


Animasi mulai digarap tahun 2009 saat Google bekerja sama dengan USGS. Google memilih citra terbaik dari 2.068.467 gambar hasil pencitraan Landsat yang kapasitas totalnya mencapai 909 terabit. Pihak Google mengungkapkan, animasi yang dirilis tidak hanya mengagumkan. Diharapkan, animasi bisa membuat manusia berpikir tentang apa yang akan terjadi pada Bumi, bagaimana manusia hidup di masa depan, dan apa langkah yang harus dilakukan.

Fakta Tentang Harimau

Dalam fabel di Asia, harimau sering digambarkan sebagai raja hutan. Kegagahan dan status sebagai hewan yang menduduki peringkat atas piramida makanan menjadi alasannya.Harimau memang punya banyak keunggulan sehingga begitu dikagumi sekaligus paling ditakuti dalam rimba belantara. Inilah 33 fakta tentang harimau. 
http://www.didunia.net/
Harimau
Penglihatan 
1. Pupil harimau bulat, tidak seperti pupil kucing yang seperti garis lurus di siang hari. Artinya, harimau sebenarnya bukan hewan nokturnal, atau pemburu di malam hari. Mereka biasa berburu di pagi dan sore hari. 

2. Meskipun penglihatan malam hari tidak sebagus kucing, namun sekitar 6 kali lebih baik dari penglihatan manusia.
 
Pada beberapa kasus, akibat habitatnya terancam seringkali harimau masuk ke perkampungan dan menyerang manusia. Biasanya mereka tidak menyerang dengan membabi buta, melainkan bersembunyi di luar kampung dan mencari orang yang sedang sendirian. Ini dilakukan saat petang atau menjelang malam ketika penglihatan manusia kurang awas.
 
3. Kebanyakan mata harimau berwarna kuning. Pengecualian pada harimau putih memiliki mata biru, ini terkait dengan gen mata menyesuaikan gen pada bulu putih.
 
4. Bayi harimau buta pada minggu pertama kelahiran.
 
5. Penglihatan harimau seperti manusia, yakni mepunyai visi warna yang sama. Artinya, harimau tidak buta warna.
 

Kekuatan 
http://www.didunia.net/
6. Harimau adalah perenang yang hebat. Mereka senang bermain air ketika muda. Tak heran, harimau juga mahir berenang sejauh puluhan kilometer untuk menemukan hewan buruan. 
7. Harimau bisa berlari dengan kecepatan 60 km/jam untuk jarak pendek.
 
8. Harimau bisa melompat sejauh 6 meter dan hingga ketinggian sekitar 5 meter.
 
9. Menurut Animal Planet, harimau bisa meniru suara panggilan hewan lain untuk menarik mangsa.
 
10. Seperti hewan pemangsa lainnya, harimau membunuh mangsanya dengan mencekik leher hingga kehilangan darah. Jika arteri mangsa putus, maka akan langsung mati dalam hitungan detik. Bila tidak, harimau akan menggigit dan membawanya hingga akhirnya mati.
 
11. Selain kaki belakang, cakar harimau juga sangat kuat. Satu babatan saja bisa menghancurkan tengkorak beruang.
 
12. Seperti kucing, memori harimau juga sangat kuat. Memori jangka pendeknya saja bisa 30 puluh kali lebih kuat dari manusia, dan ratusan kali dibanding simpanse. Jadi, harimau tidak mudah melupakan hal-hal yang terjadi.
 
13. Berat otak harimau sekira 300 gram. Ini adalah otak terbesar dari semua karnivora kecuali beruang kutub, dan sebanding dengan ukuran otak simpanse.
 
14. Harimau merupakan hewan yang pintar beradaptasi saat berburu. Biasanya mereka menggigit bagian leher agar mangsa cepat mati. Namun, bila sedang berenang di sungai dan bertemua buaya, maka harimau bisa mencocok mata reptil tersebut hingga buta dan membalikkan tubuhnya sehingga bisa mengeluarkan isi perut buaya. Hal ini dikarenakan bagian perut buaya paling lunak, dan harimau tak mungkin menggigit leher buaya yang dilindungi kulit tebal.
 
15. Harimau memilik air liur antiseptik. Saat terluka, harimau cukup menjilati luka sebagai desinfektan.
 
16. Lidah harimau memiliki bulu berdaging, sehingga saat mandi dan menjilati tubuh maka secara tak langsung sekaligus menyisir bulu-bulu mereka.
 

Interaksi 
17. Harimau jarang mengaum. Mereka hanya mengaum untuk berkomunikasi dengan harimau lainnya. 

18. Batas teritori dilakukan dengan menggores pohon dan mengencinginya.
 
19. Dari bau urin tersebut, seekor harimau bisa tahu umur, jenis kelamin, dan kondisi reproduksi harimau lainnya.
 
20. Harimau jantan memiliki wilayah yang lebih luas dibanding betina. Namun, sesama harimau tidak pernah menguasai wilayah yang tumpang tindih.
 
21. Tidak seperti singa, harimau jantan merupakan pengayom keluarga. Mereka selalu menunggu betina dan anak-anaknya menyantap hasil buruan lebih dulu. 
22. Harimau betina hanya memiliki masa subur selama 4-5 hari sepanjang tahun. Pada saat itulah mereka mulai musim kawin. Lalu mengandung selama 3 bulan dan melahirkan 2 hingga 3 anak harimau.
 

Berburu 
23. Mungkin hanya satu dari sepuluh perburuan yang sukses bagi seekor harimau. Sehingga biasanya harimau pergi beberapa hari tanpa makan sebelum akhirnya sukses menemukan mangsa.
 
24. Nyatanya harimau adalah hewan yang tidak kuat menahan lapar (mungkin karena besarnya ukuran tubuh mereka). Harimau akan mati kelaparan hanya dalam waktu 2-3 minggu saja.
 
25. Harimau sering berburu sendiri, kecuali untuk menangkap hewan besar barulah melakukan penyergapan bersama kawanannya. Harimau juga termasuk hewan yang suka menyergap, karenanya bila tiba-tiba berpapasan dengan harimau di hutan jarang sekali manusia diserang, kecuali merasa terancam.
 

Persilangan 
26. Dalam penangkaran, harimau bisa kawin dengan singa atau kucing lainnya. Singa jantan dan harimau betina memiliki keturunan besar yang disebut Ligers. Sedangkan harimau jantan dan singa betina menghasilkan Tiglon dengan ukuran yang lebih kecil. 
27. Seekor Ligers dapat bertumbuh sepanjang 4 meter, sehingga dinobatkan sebagai kucing terbesar di dunia.
 

Fakta lainnya: 
28. Harimau adalah yang terbesar dari semua kucing. Harimau Siberia bisa bertumbuh hingga 3,5 meter panjangnya dengan berat 300 kg. Sementara harimau sumatera sepanjang 2 meter dan berat 100 kg
 
29. Garis-garis pada tubuh setiap harimau berbeda. Hal ini layaknya sidik jari pada manusia.
 
http://www.didunia.net/

30. Ada enam subspesies harimau yang masih hidup saat ini : harimau Siberia (Panthera tigris Altai a), harimau China Selatan (Panthera tigris amoyensis), harimau Indocina (Panthera tigris corbetti), harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan harimau Bengal (Panthera tigris tigris).
31. Tiga subspecies lainnya telah punah, yakni harimau bali (Panthera tigris balica), harimau jawa (Panthera tigris sondaica), dan harimau kaspia (Panthera tigris virgata).
32. Menurut perkiraan para peneliti, kini hanya ada sekitar 3.500 harimau yang tersisa di alam liar.
33. Harimau hidup selama sekitar 25 tahun baik di penangkaran dan di alam liar

Suhu Menentukan Jenis Kelamin Penyu


Jenis kelamin penyu ditentukan oleh temperatur saat telur diinkubasi. Musim yang lebih hangat melahirkan lebih banyak betina. Fenomena ini disebut temperature-dependent sex determination. Imuwan menemukan fenomena tersebut saat meneliti penyu hijau di utara Cyprus. Dari hasil reproduksi, jumlah penyu yang menetas lebih banyak betina. Namun anehnya, keseimbangan jenis kelamin terjadi saat dewasa. Bagaimana ini bisa terjadi masih misteri.
"Ada beberapa teori," kata Lucy Wright, pakar ekologi dari Universitas Exeter, Inggris, yang memublikasikan hasil penelitiannya di Proceedings of the Royal Society B. "Pejantan-pejantan ini mungkin menetas di pantai-pantai lain atau karena beberapa alasan penyu-penyu jantan ini bertahan lebih baik dari betina," tambah Wright.
Satu penyu jantan yang berhasil dilacak diketahui bermigrasi ke beberapa peristirahatan di Cyprus, Turki, dan kemudian di Afrika bagian utara.
Peneliti menemukan bahwa di di area studi, 28 pejantan menghasilkan keturunan setelah kawin dengan 20 betina. Adanya pejantan yang kawin dengan lebih dari satu betina akan meningkatkan kesuksesan reproduksi dan mengurangi tekanan in breeding.
"Ini adalah berita bagus bahwa mereka bisa mengatasi masalah rasio betina yang tinggi," papar Wright. Meski demikian, ada ancaman yang lebih besar bagi penyu hijau, yakni by catch yang mungkin terjadi akibat praktik perikanan yang tidak ramah lingkunngan.

Cagar Biosfer Indonesia

Cagar Biosfer (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama program MAB-UNESCO dalam kajian sains biologi yang berfungsi untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati. Berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan pendidikan biologi dan pendidikan sains masyarakat Indonesia. Cagar Biosfer menjadi kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam, cagar biosfer adalah kawasan yang ideal untuk menguji dan mendemonstrasikan pendekatan-pendekatan yang mengarah kepada pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat regional. Di seluruh dunia terdapat 564 situs dari 109 negara yang ditetapkan oleh MAB-UNESCO sebagai Cagar Biosfer. Indonesia sendiri memiliki 7 kawasan yang ditetapkan sebagai Cagar Biosfer. Ketujuh kawasan Cagar Biosfer di Indonesia yaitu:
  1. Cagar Biosfer Cibodas. Ditunjuk pada tahun 1977, Cagar Biosfer Cibodas terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat) dengan kawasan inti seluas seluas 15.196 ha yang ditetapkan pada tahun 1980.
  2. Cagar Biosfer Komodo. Ditunjuk pada tahun 1977, Cagar Biosfer Komodo terdapat di Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur) dengan kawasan inti seluas 173.300 ha yang ditetapkan pada tahun 1990.
  3. Cagar Biosfer Lore Lindu. Ditunjuk pada tahun 1977, Cagar Biosfer Lore Lindu terdapat di Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah) dengan kawasan inti seluas 229.000 ha yang ditetapkan pada tahun 1993.
  4. Cagar Biosfer Tanjung Puting. Ditunjuk pada tahun 1977, Cagar Biosfer Tanjung Puting terdapat di Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah) dengan kawasan inti seluas 415.040 ha yang ditetapkan pada tahun 1982.
  5. Cagar Biosfer Gunung Leuser. Ditunjuk tahun 1981, Cagar Biosfer Gunung Leuser terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser (Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara) dengan kawasan inti seluas 792.675 ha yang ditetapkan pada tahun 1980.
  6. Cagar Biosfer Siberut. Ditunjuk tahun tahun 1981, Cagar Biosfer Siberut terdapat di Taman Nasional Siberut (Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat) dengan kawasan inti seluas 190.500 ha yang ditetapkan pada tahun 1993.
  7. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu. Ditunjuk dan ditetapkan pada tahun 2009, Cagar Biosfer terdapat di Riau dengan kawasan inti seluas 174.500 ha yang terdiri atas perpaduan antara kawasan konservasi (Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil dan Suaka Margasatwa Bukit Batu) dan hutan produksi milik swasta yang tidak dikonversi.

Hewan Endemik Indonesia

Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit satwa endemik ini hanya ditemukan di satu pulau atau wilayah tertentu di Indonesia saja. Endemisme merupakan gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik, spesies hewan harus ditemukan hanya di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga hewan yang masuk daftar endemik ini hanya dipunyai Indonesia saja. Indonesia adalah negara dengan endemisme (tingkat endemik) yang tinggi. Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia. Daftar hewan endemik Indonesia ini sebagian besar saya ambil dari artikel sebelumnya tentang Binatang (Fauna) Endemik Indonesia. Berikut daftar binatang (hewan) endemik yang terdapat di Indonesia lengkap dengan nama latin dan daerah sebarannya:
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) endemik Sulawesi. 
Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) di Sulawesi.
Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi.
Badak Bercula Satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa.
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera.
Bajing Palawan
(Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera.
Bajing Tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan.
Bajing Telinga Botol
(Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan.
Banteng (Bos javanicus) hewan endemik Jawa.
Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan.
Beruk Mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai.
Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi.
Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias, Sumatera.
Burung Elang Flores (Spizaetus floris) endemik Flores.
Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) Halmahera, Maluku Utara.
Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa.
Burung Cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua.
Burung Celepuk Siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara.
Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa.
Burung Kakatua Putih (Cacatua alba) Maluku Utara. 
Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara
Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei) Sangihe, Sulawesi Utara.
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi.
Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan.
Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan.
Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa.
Burung Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) Kalimantan.
Burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) di Sumatera.
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera.
Jalak bali (Leucopsar rothschild) hewan endemik Bali.
Kadal Coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan.
Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera.
Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa.
Kanguru Pohon Mantel Emas
(Dendrolagus pulcherrimus) di Papua.
Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua.
Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua.
Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan.
Kelelawar Berjenggot Coklat dan Ekor Selubung (Taphozous achates) di Nusa Penida, Bali.
Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) endemik Sumatera.
Kera Belanda (Nasalis larvatus) di Kalimantan.
Kera hitam sulawesi (Macaca nigra) endemik Sulawesi Utara.
Kodok Darah (Leptophryne cruentata) endemik Jawa Barat.
Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni) endemik Jawa Tengah.
Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo).
Kucing Bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) di Jawa.
Kucing Merah (Felis badia) endemik pulau Kalimantan.
Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) pulau Jawa.
Kura-kura Berleher Ular (Chelodina mccordi) di Pulau Rote, NTT.
Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) Sulawesi.
Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae) Pulau Gebe Maluku Utara.
Kuskus Matabiru (Phalanger matabiru) Pulau Ternate dan Tidore Maluku.
Kuskus Kerdil (Strigocuscus celebensis) endemik pulau Sulawesi.
Kuskus Obi (Phalanger rothschildi) Pulau Obi Maluku.
Landak Jawa (Hystrix javanica) endemik Jawa.
Landak Sumatera (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera.
Landak Kalimatan (Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan.
Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata) endemik Kalimantan.
Lutung jawa (Trachypithecus auratus) endemik Jawa.
Lutung Merah (Presbytis rubicunda) satwa endenik Kalimantan.
Macan Dahan (Neofelis diardi) endemik Sumatera dan Kalimantan. 
Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera
Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Jawa.
Monyet Ekor Babi (Simias concolor) kepulauan Mentawai.
Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroeckii) di Sulawesi.
Orangutan sumatera (Pongo abelli) di Sumatera.
Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan.
Owa jawa (Hylobates moloch) fauna endemik Jawa.
Owa-owa (Hyllobates muelleri) di Kalimantan.
Rusa bawean (Axis kuhlii) endemik pulau Bawean.
Rusa timor (Cervus timorensis) endemik Bali, Irian Jaya.
Siamang (Hylobates syndactylus) di Sumatera.
Surili (Presbytis comata) di Jawa.
Tarsius Bangka atau Mentilin (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara.
Tarsius Peleng (Tarsius pelengensis) pulau Peleng, Sulawesi.
Tarsius Pygmy atau Pygmy Tarsier (Tarsius pumilus) Sulawesi.
Tarsius Sulawesi (Tarsius tarsier) Sulawesi.
Tupai Mentawai (Tupaia chrysogaster) Kepulauan Mentawai.
Semoga endemisme (tingkat endemik) hewan yang tinggi yang dipunyai Indonesia ini mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.

Tumbuhan Endemik Indonesia

Indonesia kaya dengan keanekaragaman mahluk hidup, salahsatunya dalam bidang tanaman. IPA Biologi Indonesia memiliki daftar tumbuhan yang melimpah. Ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati Indonesia paling tinggi di dunia. Tumbuhan (tanaman) endemik merupakan tumbuhan asli yang hanya bisa ditemukan di sebuah wilayah geografis tertentu dan tidak ditemukan di wilayah lain. Wilayah di sini dapat berupa pulau, negara, atau zona tertentu. Daftar tumbuhan (tanaman) endemik dengan nama ilmiah yang diawali dengan huruf A hingga huruf M flora (tumbuhan) endemik Indonesia diurutkan berdasarkan nama ilmiah yang dilengkapi dengan nama lokal, daerah persebaran (Range Description) dan status konservasi dalam IUCN Redlist.
  • Aglaia ceramic (sejenis mahoni); Endemik Maluku dengan status Redlist IUCN Vulnerable.
  • Amorphophallus titanium (Bunga bangkai); Tanaman endemik Sumateradan belum terdaftar dalam IUCN Redlist.
  • Amorphophallus gigas (Bunga bangkai raksasa sumatera, Sumatra Giant Amorphophallus); Endemik Sumatera.
  • Anaphalis javanica (edelweiss jawa); Tumbuhan endemik Jawa, Sumatera bagian selatan, Sulawesi bagian selatan, dan Lombok.
  • Aralia javanica (Spikenard); Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Canarium kipella Tumbuhan endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Casearia flavovirens (hulu tulang, badung); Endemik Jawa (bagian timur) dan Bali dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Cassine koordersii; Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Ceratolobus glaucescens (palem jawa); Endemik Jawa Barat.
  • Clethra javanica; Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Coelogyne pandurata (Anggrek hitam); Endemik Kalimantan.
  • Anggrek Hitam tumbuhan endemik Kalimantan
  • Cycas javana (sejenis pakis haji); Endemik Jawa dan Nusa Tenggara dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Dehaasia pugerensis; Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Diospyros celebica (kayu hitam sulawesi atau kayu eboni); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Elaeocarpus simaluensis; Endemik pulau Simeulue (Sumatera) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Eugeissona utilis (bertan, wild bornean sago palm); Palem endemik Kalimantan
  • Gigantochloa manggong (Bambu manggong); Endemik Jawa.
  • Goniothalamus majestatis Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Gonystylus glaucescens Endemik Kalimantan dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Guioa asquamosa Endemik Flores dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Guioa malukuensis; Endemik Maluku dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Guioa multijuga; Endemik Papua dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Guioa patentinervis; Endemik Maluku (Ambon, Buru, Seram, dan Obi) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Guioa waigeoensis; Endemik pulau Waigeo (Papua) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Halophila sulawesii (lamun atau seagrass); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Data Deficient.
  • Hopea bancana (sejenis merawan atau takian); Endemik Sumatera dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Hopea celebica (sejenis merawan atau takian); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Endangerd.
  • Hopea gregaria (sejenis merawan atau takian); Endemik pulau Buru dengan status IUCN Redlist Endangerd.
  • Hopea nigra (sejenis merawan atau takian); Endemik Sumatera dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Hopea ovoidea (sejenis merawan atau takian); Endemik Kalimantan dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Horsfieldia atjehensis (sejenis penarahan); Endemik Sumatera (bagian utara) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Horsfieldia coriacea (sejenis penarahan); Endemik Sulawesi (bagian tengah) dengan status IUCN Redlist Near Threatened.
  • Horsfieldia decalvata (sejenis penarahan); Endemik Maluku (pulau Seram, Ambon, Morotai, dan Halmahera) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Horsfieldia lancifolia (sejenis penarahan); Endemik Sulawesi (bagian tengah dan selatan) dengan status IUCN Redlist Near Threatened.
  • Horsfieldia macrothyrsa (sejenis penarahan); Endemik Sumatera (bagian tengah dan utara) dengan status IUCN Redlist Near Threatened.
  • Horsfieldia talaudensis (sejenis penarahan); Endemik pulau Talaud, Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Horsfieldia triandra (sejenis penarahan); Endemik Sumatera (bagian tengah dan selatan) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Horsfieldia valida (sejenis penarahan); Endemik Kalimantan dan Sumatera dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Kalappia celebica (kalapi atau kalapia); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Kibatalia wigmani (kibatalia); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema celebica (knema); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema krusemaniana (knema); Endemik Kalimantan dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema lampongensis (knema); Endemik Sumatera (Kep. Riau) dan Kalimantan (Pulau Anambas) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema losirensis (knema); Endemik Sumatera dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema mamillata (knema); Endemik Kalimanatan (bagian selatan) dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Knema steenisii (knema); Endemik Flores dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Licuala orbicularis (sejenis palem); Endemik Kalimantan.
  • Limnocitrus littoralis (klemohan, jeruk swing atau jeruk jepara); Endemik Jawa Tengah dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Lithocarpus crassinervius (sejenis oak); Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Lithocarpus indutus (sejenis oak); Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Lithocarpus kostermansii (sejenis oak); Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Lithocarpus platycarpus (sejenis oak); Endemik Jawa dan Nusa Kambangan dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Macropanax concinnus; Endemik Jawa dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Mammea timorensis (mammea); Endemik Nusa Tenggara Timur dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Mangifera campnospermoides (sejenis mangga); Endemik Kalimantan dengan status IUCN Redlist Critically Endangered.
  • Mangifera casturi (mangga kasturi atau kalimantan mango); Endemik Kalimantan dengan status IUCN Redlist Extinct in the Wild.
  • Mangifera dewildei (sejenis mangga); Endemik Sumatera Utara dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Mangifera lalijiwa (Mangga lalijiwa); Endemik Jawa dan Bali dengan status IUCN Redlist Data Deficient.
  • Mangifera sumbawaensis; Endemik Sumbawa dan Flores dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Mangifera transversalis (sejenis mangga); Endemik Maluku dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Myristica fragrans (pala); Endemik Maluku dan Sumatera dengan status IUCN Redlist Data Deficient.
  • Myristica pubicarpa (sejenis pala); Endemik Halmahera dan Obi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Myristica robusta (sejenis pala); Endemik Maluku dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Myristica sangowoensis (sejenis pala); Endemik pulau Morotai, Halmahera, dan Bacan dengan status IUCN Redlist Least Concern.
  • Myristica succadanea (sejenis pala); Endemik pulau Ternate, Tidore, dan Bacan dengan status IUCN Redlist Near Threatened.
  • Myristica tamrauensis (sejenis pala); Endemik Papua dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
  • Myristica teijsmannii (sejenis pala); Endemik Jawa Timur dengan status IUCN Redlist Endangered.
  • Myristica ultrabasica (sejenis pala); Endemik Sulawesi dengan status IUCN Redlist Vulnerable.
Banyaknya tumbuhan endemik di Indonesia menunjukkan betapa kaya dan tingginya tingkat keanekaragaman hayati Indonesia. Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang tidak tumbuh di negara lain. Dan kita patut bangga dan menyukuri itu.

Hubungan Antar Ekosistem


Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas.
Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya: seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya.
Sejumlah individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk Populasi. Contoh : dipadang rumput hidup sekelompok kelinci dan sekelompok srigala.
Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian, dan migrasi ( emigrasi dan imigrasi).
Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi.
Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci dan populasi serigala.


Setiap individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat.

Komunitas dengan seluruh faktor abiotiknya membentuk suatu ekosistem.

Suatu komunitas di suatu daerah yang mencakup daerah luas disebut bioma. Contoh: bioma padang rumput, bioma gurun, dan bioma hutan tropis.

Semua bagian bumi dan atmosfer yang dapat dihuni makhluk hidup disebut biosfer.


Macam-macam  Ekosistem

Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas dua macam :

Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.
Contoh : padang rumput, gurun,laut

Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang terjadi karena buatan manusia.
Contoh : kolam, sawah, waduk, kebun

Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami perubahan. Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi, hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia.

Komponen Ekosistem

Komponen Biotik, yaitu semua makhluk hidup yang berada dalam suatu ekosistem. Berdasarkan fungsinya komponen biotik dibedakan atas :

Produsen
Merupakan makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Contoh : tumbuhan hijau

Konsumen
Merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri, sehingga untuk kebutuhan energinya tergantung pada produsen baik secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh: kelinci

Pengurai
Yaitu makhluk hidup yang menguraikan zat-zat yang terkandung di dalam sampah dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati.
(mengubah zat organik menjadi zat anorganik).
Contoh: bakteri, jamur, atau jazad renik yang bersifat saprofit.

Komponen Abiotik, yaitu semua benda tak hidup misalnya, udara, air, tanah , cahaya, maupun faktor-faktor yang ada di sekitar makhluk hidup, misalnya, suhu, kelembaban, angin, dan iklim






Saling ketergantungan antara biotik dan abiotik

Ketergantungan komponen biotik terhadap komponen abiotik
Contoh: Makhluk hidup memerlukan udara untuk bernapas.
            Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk berfotosintesis.

Ketergantungan komponen abiotik terhadap komponen biotik
    • Cacing tanah menggemburkan tanah
    • Tumbuhan untuk menahan erosi
    • Tumbuhan hijau untuk mengurangi pencemaran udara.

Saling ketergantungan sesama komponen biotik.
    • Srigala memakan kelinci untuk bertahan hidup
    • Kelinci memakan tumbuhan


Saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai terlihat dari proses makan dan dimakan diantara mereka. Pada prinsipnya dalam peristiwa ini terjadi perpindahan energi (transformasi energi) matahari (kinetik) menjadi energi kimia (dalam tubuh makhluk hidup) dan siklus materi.


Dilihat dari jumlah massa penyusun rantai makanan tersebut, makin ke puncak semakin kecil, sehingga membentuk Piramida makanan.
Piramida makanan dapat memiliki satu puncak atau dua punyak, hal ini terjadi bila terdapat dua konsumen yang memperebutkan jenis makanan yang sama.


















Pola Interkasi Organisme

Hubungan antara species di dalam komunitas dapat bermacam-macam sifatnya:

Netral
Bila antara populasi tidak saling mempengaruhi
Contoh: populasi burung gelatik dengan populasi walang sangit

Kompetisi
Bila antara populasi terjadi persaingan untuk memperebutkan makanan dan wilayah tempat perburuan.
Contoh: populasi singa dengan populasi harimau

Predasi
Hubungan antara predator dan mangsanya.
Contoh: harimau dengan rusa atau elang dengan ular

Simbiosis
Kehidupan bersama dua jenis makhluk hidup yang berbeda

    1. Parasitisme
Bila salah satu populasi merugikan populasi yang lain
            Contoh : Cacing pita yang berada dalam perut manusia atau
                             benalu dengan pohon jambu

    1. Komensalisme
Bila salah satu populasi untung tetapi lainya tidak dirugikan ataupun diuntungkan.
Contoh: ikan hiu dengan ikan remora
Anggrek dengan pohon jambu

    1. Mutualisme
Bila populasi satu dengan populasi lain saling menguntungkan
Contoh : jamur dengan ganggang membentuk lumut kerak
Bakteri Rhizobium dengan akar tumbuhan polong-polongan

    1. Protokooperatif
Hubungan saling menguntungkan antara dua populasi namun bukan merupakan keharusan.
Contoh : Kupu-kupu dengan bunga atau jalak dengan kerbau

    1. Antibiosis
Yaitu hubungan dua jenis makhluk hidup yg berbeda, salah satu menghambat pertumbuhan yang lain.
Contoh : Penicillium notatum menghambat pertumbuhan bakteri

Keajaiban Alam Indonesia

Di Indonesia kamu bisa menikmati banyak pemandangan mulai dari gurun pasir sahara, bunga Sakura, padang Afrika sampai pemandangan alam khas Eropa. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati semua itu karena semuanya ada di Indonesia. Kali ini indonesiatop.blogspot.com akan menulis beberapa tempat wisata di Indonesia yang tidak kalah indah dengan wisata terkenal di dunia.
Berikut tempat wisata yang kami coba bandingkan dengan beberapa tempat wisata di dunia:

Raja Ampat Papua dan Phi Phi Island, Thailand
Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.

Air terjun Moramo dengan air terjun Niagara
Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.

Green Canyon Ciamis dengan Grand Canyon Amerika Serikat
Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.

Carstensz Pyramid dengan Mount Everest
Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.

Taman Nasional Baluran dengan padang savannah Afrika
Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

Taman Nasional Wasur dengan alam Australia
Taman nasional Wasur terletak di Merauke, Papua. Taman nasional Wasur, memiliki habitat dan satwa mirip Australia, yaitu hutan savanah dengan berbagai jenis kanguru. Di dalam kawasan TN ini terdapat berbagai jenis fauna dan flora diantaranya adalah Burung Kasuari, Cenderawasih, dan Kanguru yang berukuran lebih kecil dibanding kangguru Australia. Di TN ini juga memiliki jenis rawa yang mirip dengan bagian utara Australia.

Gumug Pasir Parangkusumo dengan gurun Sahara
Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumuk pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gumug Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.

Hutan Kalimantan dengan hutan Amazon
Hutan di Kalimantan berada di Pulau Kalimantan. Hutan Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan hutan Amazon. Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan yang merupakan satwa langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat beberapa danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Di Kalimantan juga ditemukan jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik yang ada di Amazon. Sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai Amazon menambah kemiripan antara Kalimantan dan hutan Amazon.

Pantai Kuta Bali dengan Pantai Waikiki Hawaii
Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kabupaten Badung sebelah selatan Denpasar, Bali. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur.

Taman Sakura Cibodas dengan Sakura Jepang
Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas.

Ranu Kumbolo dengan hutan pinus Eropa
Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Perhatikan foto Ranu Kumbolo yang sekilas mirip dengan foto Seefeld Lake, Austria di Eropa.

Way kambas dengan Hutan India
Way Kambas Sumatera memiliki satwa yang mirip dengan satwa yang ada di hutan India seperti gajah, harimau, Badak dan beberapa hewan lain. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di propinsi Lampung. Way Kambas terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Di Way Kambas ada wisata naik gajah sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti raja-raja India yang konon bepergian dengan menunggang gajah.