Biology Update:
Tampilkan postingan dengan label Nature Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nature Inspiration. Tampilkan semua postingan
06.30
Inspirasi Alam: Katak dan Siput
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?" Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari. Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih." Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki bebannya masing-masing. Hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."Tak lama setelah penjelasan si katak usai, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka. Siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang. Akhirnya siput baru sadar...ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban...tetapi adalah kelebihannya.
Labels:
Nature Inspiration
17.49
Inspirasi Alam: Tikus
Mungkin ada yang pernah disakiti teman atau sahabat? Sebagai manusia yang punya keunggulan tertinggi di antara semua mahluk, kita ternyata tetap harus belajar pada naluri hewan. Bahkan pada sepasang tikus putih ini.
Di sebuah kebun binatang, Hangzau Zoo di provinsi Zheijang, Cina Timur, terjadi pemandangan unik sekaligus mengharukan. Ketika dua ekor tikus putih dimasukkan ke dalam kandang ular untuk makan malam, salah satu tikus tadi langsung didekati ular sebagai santapan pertamanya. Namun, apa yang terjadi? Teman tikus putih tersebut dengan gagah berani mendekati ular dan menyerang untuk menolong temannya yang sedang dalam bahaya, sekarat dalam mulut ular. Tentu saja tindakan ini teramat nekad, mengingat ular hijau ini adalah jenis ular berbisa. Jadi, bukan saja jauh lebih besar dari ukuran tubuh sang tikus, kekuatan ular ini jauh di atas kelasnya.
Seorang penjaga yang bertugas memberi makan ular ini, menyaksikan dan mengabadikan kejadian tersebut. Ia pun dengan penuh haru mengambil kembali tikus yang menyerang ular pemangsanya. Menurut sang penjaga, tikus ini punya hak untuk memperoleh kesempatan hidup. Kisah di atas mungkin bisa jadi renungan, begitulah seharusnya kita memperlakukan seorang sahabat, tidak hanya ikut tertawa saat bahagia, tapi juga hadir ketika ia dalam duka dan butuh pertolongan.
Labels:
Nature Inspiration
17.52
Inspirasi Alam: Ulat
Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar, menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau, sehijau dedaunan untuk kamu flase, binatang tersebut adalah ulat.
Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu saja karena ulah sang ulat.
Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?
Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak tubuhnya.
Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.
Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang sempit dan gelap.
Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru dan sama sekali berubah.
Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar- kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat ejenakpun untuk terus melahap dedaunan.
Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.
Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada hewan- hewan yang mengalami musim dingin.Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.
Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain- main, selayaknya tertipu oleh permainan yang sangat melenakan.
Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.
Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan
Labels:
Nature Inspiration
08.58
Aktivis Alam Tanpa Tangan dan Kaki
Seorang pria aktivis lingkungan asal negara Prancis, Philippe Croizon, tanpa tangan dan kaki berhasil berenang dari Papua Nugini ke Papua hari Kamis, 17 Mei sebagai bagian dari misinya untuk berenang ke lima benua. Philippe Croizon, 43, berenang di tengah gelombang besar dan angin kencang. Dia berenang dari Desa Wutung, Papua Nugini ke Pasar Skow, Provinsi Papua, Indonesia. "Ini sangat-sangat sulit," kata Croizon seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Dia menambahkan waktu tempuh melebihi target yang ditetapkan karena dia berenang melawan arus. Waktu yang diperlukan Croizon untuk mengarungi laut sepanjang 20 km mencapai 7 jam 30 menit. Croizon menggunakan kaki palsu dan ditempel dengan flipper atau alat bantu renang berbentuk dayung. Puluhan warga Pasar Skow berkumpul di pantai untuk menyambut kedatangan Philippe Croizon. Pria yang kehilangan kaki dan tangan dalam kecelakaan pada 1994 itu menyatakan beruntung tidak bertemu dengan ikan hiu atau ubur-ubur. Melalui Twitter, dia menceritakan bahwa dia ditemani seorang pria Papua Nugini, Zet Tampa, yang berenang bersamanya guna menunjukkan solidaritas.
Berenang dari Papua Nugini ke Papua merupakan bagian dari upaya Philippe Croizon untuk berenang ke lima benua. Sebelumnya rencana Croizon berenang ke Papua sempat tertunda karena menunggu izin masuk ke wilayah Indonesia dan izin baru diterima hari Rabu. Dia selanjutnya berencana berenang dari Teluk Aqaba, Yordania ke pesisir pantai Mesir pada Juni, selat antara Gibraltar dan Maroko pada Juli dan Selat Bering yang terletak antara Alaska dan Rusia pada Agustus.
Labels:
Nature Inspiration
22.51
Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.
Inspirasi Alam: Ayah Bisu
Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.
Kisah inspiratif ini dibuat oleh sebuah perusahaan asuransi di Thailand. Berikut ini videonya, semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya.
Sebuah Renungan Bagi Kita Semua
Aku mempunyai pasangan hidup…
Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari orang tua
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada bapak
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku
Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak
Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.
Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan “Selamat Hari ibu”
Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yang ingat aku
Setiap saat aku akan telpon pasanganku
Kalau inget aku akan telpon orang tuaku
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu
Renungkan :
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja…
bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?
Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .
Tapi kalau mereka sudah tiada . . .
Papa . . Mama . .
Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . .
Labels:
Nature Inspiration
22.49
Inspirasi Alam: Cacat Bukan Penghalang
4 Desember 1982, di sebuah rumah sakit Kota Melbourne terdengar tangisan bayi memecah keheningan kamar bersalin. Kehadirannya membuncahkan harapan bagi sang ayah (pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu (perawat) karena anak pertama mereka akhirnya lahir.
Namun, betapa kagetnya pasangan imigran Serbia tersebut ketika melihat putranya lahir tanpa dua lengan dan dua kaki yang normal. Menurut dokter yang menanganginya, sang bayi - kemudian diberi nama Nicholas James Vujicic- terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka.
Namun, betapa kagetnya pasangan imigran Serbia tersebut ketika melihat putranya lahir tanpa dua lengan dan dua kaki yang normal. Menurut dokter yang menanganginya, sang bayi - kemudian diberi nama Nicholas James Vujicic- terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka.
Sejak itu, hari-hari yang penuh perjuangan dialami keluarga ini. Tak jarang, ayah dan ibu Nick menyalahkan diri mereka, selalu bertanya apa dosa mereka terhadap Tuhan sehingga putranya lahir cacat.
Di sisi lain, dengan kesabaran sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan (Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya).
Mereka pun mengajari Nick untuk bisa hidup mandiri, caranya dengan menyekolahkannya ke sekolah umum seperti anak-anak normal lainnya.
Di sisi lain, dengan kesabaran sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan (Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya).
Mereka pun mengajari Nick untuk bisa hidup mandiri, caranya dengan menyekolahkannya ke sekolah umum seperti anak-anak normal lainnya.
Di usia 8 tahun, tekanan dari ejekan dan bullying di sekolah hampir membuat Nick bunuh diri. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.
Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya.
Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya.
Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang.
"Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.
Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.
Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."
"Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.
Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.
Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."
"Saya telah memberikan berbagai jenis motivasi kepada orang-orang, berdasarkan pengalaman hidup saya," pungkas Nick di akhir wawancara. "Namun, ada satu hal yang selalu saya katakan pada mereka: ‘Terimalah dan cintai diri kamu sendiri.' Jika satu orang saja bisa melakukannya, kemudian merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup serta ingin berguna bagi orang lain, saya merasa bahwa sebagian tugas saya di dunia ini telah terselesaikan."
Labels:
Nature Inspiration
08.32
Inspirasi Alam: Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.
Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”
Labels:
Nature Inspiration
08.29
“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
Inspirasi Alam: Gula dan Tebu
“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.
Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
Labels:
Nature Inspiration
07.49
Inspirasi Alam: Akar
Akar merupakan bagian terpenting dari tumbuhan. Tanpa akar, tumbuhan tidak dapat berdiri kokoh. Hujaman akar ke tanah membuat tumbuhan dapat berdiri tegak menghadapi dunia. Akar menyerap air dan sari – sari kehidupan dari dalam tanah yang berguna bagi tumbuh kembangnya tumbuhan. Tak jarang akar menjadi penyimpan cadangan makanan. Saat musim kemarau tiba, dan tumbuhan membutuhan air serta zat hara untuk kelangsungan hidupnya, sementara cadangan utnuk itu tak lagi tersedia, akar bekerja keras menyelusup kedalam tanah, menghujam dan terus mencari agar tanaman tetap hidup. Meskipun tanaman terlihat seperti akan mati, daun – daunnya luruh dan kering,tapi sesungguhnya tanaman tetap hidup. Karena akar tetap bekerja.Tidak ada yang melihat kerja akar, karena ia berada di kedalaman. Tak ada yang mempedulikannya apakah dia telah mati atau masih hidup.Tapi akar tetap bekerja, karena kerja akar bukanlah kerja riya. Tak peduli sekelilingnya kering kerontang, tak peduli daun dan batang menghentikan kerjanya, akar tetap bergerak. Mengkais – kais tanah, mencari butir – butir air yang tersisa dari sela – sela butiran tanah.Mengumpulkannya, memberinya kepada sang pohon,sehingga bisa bertahan hidup. Dialah benteng pertahanan terakhir kehidupan sebuah pohon. Dan saat musim semi dan penghujan tiba, saat daun dan batang mengeluarkan kuncup – kuncupnya,saat bunga – bunga berlomba bermekaran menunjukkan dirinya, dan geliat kehidupan dimulai, akar pun tetap bekerja.Seperti biasa.Mengumpulkan energy kehidupan dari dalam tanah dan memberikan pada yang membutuhkan. Luar biasa, akar tidak pernah berhenti bekerja.Menjalani takdirnya sebagai penyambung kehidupan. Cintanya pada kehidupan tak lekang oleh keadaan.Dalam berbagai musim,baik musim semi saat dunia begitu indah maupun musin dingin saat dunia seolah – olah tertidur, saat suka maupun duka.Sampai suatu saat nanti panggilan alam mencerabutnya dari dalam tanah. Andaikan kita bisa mengambil sifat kerja akar erus bekerja dan memberi disetiap waktu.Bahkan disaat sekelilingnya menganggapnya sudah tak ada.Bahkan saat sekeliling bersukaria dan tak lagi mempedulikan kita, saat kerja – kerja kita seolah terlupakan. Saat kelelahan tak lagi dipertanyakan. Hingga suatu saat nanti takdir menyatakan kita harus berhenti. Saat diri tak sanggup lagi beraktualisasi. Saat buku kehidupan tertutup rapat.Dan kita bisa beristirahat dengan senyuman.Karena suatu keyakinan bahwa ada tuhan yang selalu memperhatikan dan menilai kerja kita
Labels:
Nature Inspiration
07.41
Inspirasi Alam: Asap dan Api
Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.
Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayangnya pulau ini terlalu terpencil, hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.
Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.
Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian ia kembali ke gubuknya. Namun ia terkejut, semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?", teriaknya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba terdengar peluit yang ditiup. Tuittt...tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini?
Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"
Sahabatku, sangat mudah memang bagi kita untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima tampak akan begitu berat saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab Tuhan selalu ada pada hati kita walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun.
Sahabatku, ingatlah, saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu, jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu dan mau menolongmu. Sebab untuk semua hal buruk yang kita pikirkan akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu, dan semua pasti indah pada waktunya.
Labels:
Nature Inspiration
07.38
Inspirasi Alam: Jagung
Suatu ketika, seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya, yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.
“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.
“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu.
“Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula.”
Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula.
Sungguh…nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.
Labels:
Nature Inspiration
01.11
Inspirasi Alam: Pelangi
Pelangi adalah simbol keindahan. Pelangi juga merupakan simbol harapan yang terwujud. Perhatikanlah bagaimana pelangi tercipta. Berasal dari titik" air di udara yang dibentuk oleh sisa hujan,di sorot oleh sinar matahari,lalu titik"air membiaskan sinar matahari ke dalam spektrum merah,kuning dan hijau.
Semakin deras hujan mengguyur,tentunya akan meninggalkan titik-titik air lebih banyak.semakin kuat dan terang matahari menyorot, maka akan semakin banyak cahaya yang dibiaskan. Hasilnya, pelangi yang terbentuk akan membuat lengkungan makin besar dan panjang dg warna lebih jelas dan tegas.
Di dalam hidup, jika kita menginginkan harapan terwujud(pelangi),bersiaplah menghadapi hujan deras(ujian bertubi tubi).hujan deras di satu kawasan yg berdekatan dg kawasan lain yang terang dg sinar matahari yg kuat akan menghasilkan perbedaan suhu tinggi dan menghasilkan banyak petir dg suara gelegar yg keras(olokan,caci,maki,sindiran,fitnah dll).
Maka bagi yang sudah banyak menghitung betapa banyak ujian yang menimpanya,di tambah sikap yang tidak bersahabat dari lingkungan sekitarnya, bergembiralah, karena jika kita tetap sabar dan terus menerus menyimpan harapan akan hidup lebih baik, yakinlah hujan akan reda matahari akan bersinar dan pelangi indah akan terbit.
Jangan biarkan langkah kita terbelenggu masa lalu.mari mantapkan diri menatap masa depan. Hidup ini dinamis, bergelombang, up and down,kadang naik kadang turun.inilah nilai seni,jika kita bisa menghayati dan mengelolanya dengan baik, kita akan menjadi manusia yg tangguh sebagaimana ombak dahsyat dilautan melahirkan para pelaut tulen.dan kita harus berfikir,bersikap dan bertindak positif, dengan segala keyakinan bahwa tuhan pasti mengabulkan segala doa dari umatnya.
“BELAJARLAH SEPERTI PELANGI SELALU BERSINAR DI KALA HUJAN RINTIK PERLAHAN DAN DI KALA MENDUNG DAN BELAJARLAH SEPERTI PELANGI SELALU MEMBERIKAN WARNA WALAUPUN SEDANG SEDIH DAN BELAJARLAH SEAKAN KAMU SENDIRI ADALAH PELANGI ITU”.
Semakin deras hujan mengguyur,tentunya akan meninggalkan titik-titik air lebih banyak.semakin kuat dan terang matahari menyorot, maka akan semakin banyak cahaya yang dibiaskan. Hasilnya, pelangi yang terbentuk akan membuat lengkungan makin besar dan panjang dg warna lebih jelas dan tegas.
Di dalam hidup, jika kita menginginkan harapan terwujud(pelangi),bersiaplah menghadapi hujan deras(ujian bertubi tubi).hujan deras di satu kawasan yg berdekatan dg kawasan lain yang terang dg sinar matahari yg kuat akan menghasilkan perbedaan suhu tinggi dan menghasilkan banyak petir dg suara gelegar yg keras(olokan,caci,maki,sindiran,fitnah dll).
Maka bagi yang sudah banyak menghitung betapa banyak ujian yang menimpanya,di tambah sikap yang tidak bersahabat dari lingkungan sekitarnya, bergembiralah, karena jika kita tetap sabar dan terus menerus menyimpan harapan akan hidup lebih baik, yakinlah hujan akan reda matahari akan bersinar dan pelangi indah akan terbit.
Jangan biarkan langkah kita terbelenggu masa lalu.mari mantapkan diri menatap masa depan. Hidup ini dinamis, bergelombang, up and down,kadang naik kadang turun.inilah nilai seni,jika kita bisa menghayati dan mengelolanya dengan baik, kita akan menjadi manusia yg tangguh sebagaimana ombak dahsyat dilautan melahirkan para pelaut tulen.dan kita harus berfikir,bersikap dan bertindak positif, dengan segala keyakinan bahwa tuhan pasti mengabulkan segala doa dari umatnya.
“BELAJARLAH SEPERTI PELANGI SELALU BERSINAR DI KALA HUJAN RINTIK PERLAHAN DAN DI KALA MENDUNG DAN BELAJARLAH SEPERTI PELANGI SELALU MEMBERIKAN WARNA WALAUPUN SEDANG SEDIH DAN BELAJARLAH SEAKAN KAMU SENDIRI ADALAH PELANGI ITU”.
Labels:
Nature Inspiration
01.02
“Nak,,” Kata sang guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang kamu alami sepanjang kehidupanmu itu, sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu.
Inspirasi Alam: Gelas
Seorang guru ‘sebutlah dia danny’ menghampiri muridnya ketika jam pelajaran selesai. dian seorang murid yang belakangan ini wajah nya selalu murung.
“Kenapa kau selalu murung nak,,? bukankah banyak hal yang indah didunia ini..? Kemana perginya wajah bersyukur mu..” sang guru bertanya.
“Pak dan.. belakangan ini hidupku penuh dengan masalah.. sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habisnya… ” Jawabnya.
Sang guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan 2 genggam garam. Bawalah kemari biar ku perbaiki suasana hatimu..” Simurid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan 2 genggam garam di tangannya.
“Coba ambil segenggam garam dan masukan ke segelas air itu..” Kata sang guru.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Simurid pun melakukannya. Wajahnya pun kini meringis karena meminum air asin.
“Bagai mana rasanya.?” Tanya sang guru. “Asin, dan perutku jadi mual,” Jawab simurid dengan wajah yang masih meringis. Sang guru terkekeh – kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku..” Sang guru membawa muridnya ke danau didekat tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin dimulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah dihadapan guru, begitu pikirnya.
“Sekarang km coba minum air danau itu..” Kata sang guru sambil menyari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau dan membawanya kemulutnya lalu menegugnya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir ditenggorokannya, sang guru bertanya kepadanya. “Bagai mana rasanya..?”
“Segar, segar sekali..” Kata si murid sambil mengelap mulutnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. Dan sudah pasti air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa dimulutnya..
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi..?” “tidak sama sekali” Kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Kenapa kau selalu murung nak,,? bukankah banyak hal yang indah didunia ini..? Kemana perginya wajah bersyukur mu..” sang guru bertanya.
“Pak dan.. belakangan ini hidupku penuh dengan masalah.. sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habisnya… ” Jawabnya.
Sang guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan 2 genggam garam. Bawalah kemari biar ku perbaiki suasana hatimu..” Simurid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan 2 genggam garam di tangannya.
“Coba ambil segenggam garam dan masukan ke segelas air itu..” Kata sang guru.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Simurid pun melakukannya. Wajahnya pun kini meringis karena meminum air asin.
“Bagai mana rasanya.?” Tanya sang guru. “Asin, dan perutku jadi mual,” Jawab simurid dengan wajah yang masih meringis. Sang guru terkekeh – kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku..” Sang guru membawa muridnya ke danau didekat tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin dimulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah dihadapan guru, begitu pikirnya.
“Sekarang km coba minum air danau itu..” Kata sang guru sambil menyari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau dan membawanya kemulutnya lalu menegugnya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir ditenggorokannya, sang guru bertanya kepadanya. “Bagai mana rasanya..?”
“Segar, segar sekali..” Kata si murid sambil mengelap mulutnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. Dan sudah pasti air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa dimulutnya..
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi..?” “tidak sama sekali” Kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
Jumlah tetap, segitu – segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir kedunia pun demikian. Tidak ada satupun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi nak, ‘rasa asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah menjadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”
Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi nak, ‘rasa asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah menjadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”
Kesimpulannya.. janganlah berpikiran sempit, coz kita punya 2 mata juga otak untuk berpandangan luas. Pandanglah kedepan seluas – luasnya. Maka, masalah yang anda hadapi akan terasa lebih mudah. (walaupun butuh pengorbanan).
Sekali lagi,, janganlah menjadi Gelas..
Sekali lagi,, janganlah menjadi Gelas..
Labels:
Nature Inspiration
01.00
Inspirasi Alam: Air
Air dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.
Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.
Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.
Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.
Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat)
"Mengalirlah Seperti air & Hiduplah Dengan Iman"
Labels:
Nature Inspiration
00.50
Inspirasi Alam: Pengembala Domba
Pada suatu waktu, seorang raja mendengar ada seorang penggembala cilik yang jujur. Beliau pun tertarik untuk membuktikan kejujuran anak itu.
Suatu hari raja tersebut menjumpainya dengan menyamar sebagai warga biasa, ketika penggembala tersebut sedang menggiring domba-dombanya. Raja pun segera menegurnya, "Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu dengan sangat baik. Aku ingin membeli sebagian dari domba-dombamu yang sehat ini dengan harga dua kali lipat!"
Sang anak tidak mengetahui bahwa yang menegurnya itu adalah seorang raja karena pakaiannya sangat sederhana dan merakyat. Ia menjawab, "Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak bisa menjualnya!"
Ternyata anak itu tidak tergiur dengan tingginya harga yang raja tawarkan. Raja kembali membujuk, "Ia tidak akan tahu jika beberapa dombanya aku beli karena domba-domba peliharaannya begitu banyak!"
Dengan sifat kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, "Tidak, ia akan tahu jika domba yang ia titipkan padaku berkurang jumlahnya!"
Raja tidak putus asa untuk menawarkan ide lain, "Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!"
Sang penggembala cilik terdiam. Raja merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, "Mungkin majikanku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada domba-dombanya. Akan tetapi, tuhan Maha tahu!" jawab penggembala cilik singkat.
Luar biasa, raja begitu terharu melihat kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Raja segera menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah uang untuk membebaskan penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang raja pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka
Suatu hari raja tersebut menjumpainya dengan menyamar sebagai warga biasa, ketika penggembala tersebut sedang menggiring domba-dombanya. Raja pun segera menegurnya, "Hai anak kecil! Kamu menggembalakan dombamu dengan sangat baik. Aku ingin membeli sebagian dari domba-dombamu yang sehat ini dengan harga dua kali lipat!"
Sang anak tidak mengetahui bahwa yang menegurnya itu adalah seorang raja karena pakaiannya sangat sederhana dan merakyat. Ia menjawab, "Maaf, Tuan, domba-domba ini bukan milikku! Aku tidak bisa menjualnya!"
Ternyata anak itu tidak tergiur dengan tingginya harga yang raja tawarkan. Raja kembali membujuk, "Ia tidak akan tahu jika beberapa dombanya aku beli karena domba-domba peliharaannya begitu banyak!"
Dengan sifat kejujurannya itu, si penggembala cilik tidak bergeming. Ia berkata, "Tidak, ia akan tahu jika domba yang ia titipkan padaku berkurang jumlahnya!"
Raja tidak putus asa untuk menawarkan ide lain, "Katakan saja kepada majikanmu bahwa dombanya dimakan serigala!"
Sang penggembala cilik terdiam. Raja merasa bahwa kali ini ia berhasil meruntuhkan kejujuran sang penggembala cilik. Tiba-tiba anak itu berkata, "Mungkin majikanku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada domba-dombanya. Akan tetapi, tuhan Maha tahu!" jawab penggembala cilik singkat.
Luar biasa, raja begitu terharu melihat kejujuran seorang anak kecil penggembala domba tersebut. Raja segera menemui majikan anak itu dan membayar sejumlah uang untuk membebaskan penggembala jujur itu dari perbudakannya. Sang raja pun melepasnya sebagai seorang hamba Allah yang merdeka
Labels:
Nature Inspiration
00.43
Inspirasi Alam: Pedagang Kayu
Seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon.
Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.
Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.
Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya,
“Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.
“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun," kata sang majikan.
"Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
"Istirahat bukan berarti berhenti. Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi."
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.
Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon.
Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.
Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.
Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya,
“Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.
“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun," kata sang majikan.
"Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
"Istirahat bukan berarti berhenti. Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi."
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.
Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru.
Labels:
Nature Inspiration
00.37
Inspirasi Alam: Laba-Laba dan Lebah
Sahabat, mari kita belajar pada dua hewan kecil ini. Pernah dengar kisah antara Lebah dan Laba-Laba? Secara fisik kalian lebih suka Lebah atau lebih suka Laba-laba? Apa yang tampak dari keduanya, ternyata menyimpan rahasia makna yang besar dibalik nama dan fisik mereka.Nama mereka diabadikan di dalam Al-Qur'an, agar kita dapat mengambil hikmah dari kehidupan mereka, ya Lebah (An-Nahl) dan Laba-laba (An-Ankabut).
Dalam hidupnya, laba-laba adalah binatang yang terlihat seram dan menakutkan, juga penipu dan pemalas. Banyak binatang lainnya takut untuk mendekat padanya. Ia memiliki kemampuan membangun sarang dengan membuat jaring-jaring seluas apapun yang diinginkannya, tetapi ia menjadikan jaring-jaring itu untuk menjebak mangsanya. Yang kemudian, hanya dengan menunggu ia pun berhasil mendapat mangsa untuk ia lahap sebagai santapan. Binatang apapun yang tersangkut di jaringnya, pasti akan binasa. Sebesar apapun jaring-jaring yang dibuatnya, tidaklah memiliki manfaat apapun untuk makhluk di sekitarnya. Bahkan, meski tampak kokoh, ternyata jaring laba-laba sangatlah rapuh.
Sedangkan dalam kondisi berbeda, lebah adalah binatang yang kadang tampak lebih kecil dibandingkan laba-laba. Ia juga tak lebih menyeramkan dibandingkan laba-laba. Tapi ternyata, lebah adalah binatang pekerja keras, jujur, pandai membagi tugas, dan banyak memberi manfaat. Lebah selalu berkeliling untuk mencari makanannya, mencari banyak bunga untuk dihinggapi yang kemudian akan dihisap nektar bunganya. Ia pun hanya akan mencari makan secukupnya, tidak suka menimbun makanan yang berlebihan.
Lebah selalu memiliki pembagian tugas antara lebah ratu dengan lebah pekerja, sehingga memiliki disiplin kerja yang tinggi di sarangnya. Lebah juga tidak pernah mau merugikan apapun yang ada di sekitarnya, justru ia banyak memberikan manfaat mulai dari menyuburkan bunga, menghasilkan madu, bahkan sarangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi manusia. Sarangnya berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan lokasi.
Itulah sekilas gambaran perbandingan antara hidup lebah dengan laba-laba. Sahabat, sebagai pemuda Muslim calon pewaris peradaban, sudah selayaknya kita meniru sifat lebah, bukan laba-laba. Kita harus mau bekerja keras dan selalu jujur, tidak menjadi orang yang serakah apalagi menjadi penipu yang tampak baik tapi ternyata berbahaya. Kita harus dapat memberi manfaat untuk orang banyak, jangan menjadi hidup yang sia-sia. Seperti firman Allah: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: 'Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (QS. 16;68)", hal ini agar manusia dapat mengambil manfaat dari sarang lebah disekitar mereka. Dan satu hal yang paling penting, kita harus banyak berbuat agar menjadi pribadi yang kokoh dengan selalu bersandar kepada Allah. Sebagaimana Allah memberi pelajaran melalui firman-Nya:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain ALLAH adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui (QS 29:41)”.
Dalam hidupnya, laba-laba adalah binatang yang terlihat seram dan menakutkan, juga penipu dan pemalas. Banyak binatang lainnya takut untuk mendekat padanya. Ia memiliki kemampuan membangun sarang dengan membuat jaring-jaring seluas apapun yang diinginkannya, tetapi ia menjadikan jaring-jaring itu untuk menjebak mangsanya. Yang kemudian, hanya dengan menunggu ia pun berhasil mendapat mangsa untuk ia lahap sebagai santapan. Binatang apapun yang tersangkut di jaringnya, pasti akan binasa. Sebesar apapun jaring-jaring yang dibuatnya, tidaklah memiliki manfaat apapun untuk makhluk di sekitarnya. Bahkan, meski tampak kokoh, ternyata jaring laba-laba sangatlah rapuh.
Sedangkan dalam kondisi berbeda, lebah adalah binatang yang kadang tampak lebih kecil dibandingkan laba-laba. Ia juga tak lebih menyeramkan dibandingkan laba-laba. Tapi ternyata, lebah adalah binatang pekerja keras, jujur, pandai membagi tugas, dan banyak memberi manfaat. Lebah selalu berkeliling untuk mencari makanannya, mencari banyak bunga untuk dihinggapi yang kemudian akan dihisap nektar bunganya. Ia pun hanya akan mencari makan secukupnya, tidak suka menimbun makanan yang berlebihan.
Lebah selalu memiliki pembagian tugas antara lebah ratu dengan lebah pekerja, sehingga memiliki disiplin kerja yang tinggi di sarangnya. Lebah juga tidak pernah mau merugikan apapun yang ada di sekitarnya, justru ia banyak memberikan manfaat mulai dari menyuburkan bunga, menghasilkan madu, bahkan sarangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi manusia. Sarangnya berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan lokasi.
Itulah sekilas gambaran perbandingan antara hidup lebah dengan laba-laba. Sahabat, sebagai pemuda Muslim calon pewaris peradaban, sudah selayaknya kita meniru sifat lebah, bukan laba-laba. Kita harus mau bekerja keras dan selalu jujur, tidak menjadi orang yang serakah apalagi menjadi penipu yang tampak baik tapi ternyata berbahaya. Kita harus dapat memberi manfaat untuk orang banyak, jangan menjadi hidup yang sia-sia. Seperti firman Allah: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: 'Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (QS. 16;68)", hal ini agar manusia dapat mengambil manfaat dari sarang lebah disekitar mereka. Dan satu hal yang paling penting, kita harus banyak berbuat agar menjadi pribadi yang kokoh dengan selalu bersandar kepada Allah. Sebagaimana Allah memberi pelajaran melalui firman-Nya:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain ALLAH adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui (QS 29:41)”.
Labels:
Nature Inspiration
08.15
Inspirasi Alam: Pemandangan Alam
Alam itu menyimpan sejuta misteri yang tidak kita ketahui, namun kini sejumlah kejadian yang terjadi di alam ini perlahan terungkap berkat rasa keingintahuan manusia yang begitu kuat. Bahkan tidak menutup untuk kejadian-kejadian yang terbilang aneh sekalipun, semuanya jadi mudah diterima oleh akal sehat manusia. Mengapa demikian ??? Itu semua karena manusia mau membaca dan berpikir tentang apa-apa saja yang terjadi di sekitarnya.
Manusia dibekali dengan akal dan itu merupakan anugerah yang tak ternilai serta sangat patut untuk disyukuri. Namun perlu kita garisbawahi di sini bahwa memang hanya sekian persen saja dari manusia di bumi ini yang mau mengoptimalkan akalnya tersebut. Sebagian manusia lebih suka mempekerjakan akalnya untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraninya. Entah barangkali juga mereka terinspirasi dengan dongeng si Kancil yang selalu mujur dengan tipuan mautnya, atau apalah … Yang terpenting yang perlu kita cerna kembali adalah bahwa kita manusia sangat berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, terlebih hewan atau binatang yang hanya mengandalkan insting yang dimilikinya, tanpa punya akal seperti kita.
Hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya merupakan bagian dari alam ini. Bahkan jika kita perhatikan secara seksama, kita akan mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga dari mereka. Namun itu semua tentunya membutuhkan proses yang ditandai dengan adanya suatu percobaan berkali-kali, sehingga bisa diterima oleh khalayak ramai dan tentunya tidak berlawanan dengan hati nurani. Kebanyakan manusia saat ini tidak mau lagi ambil pusing dengan proses di atas, mereka lebih senang menikmati apa yang sudah ada. Pola pikir seperti ini bagus untuk sementara waktu, tapi tidak untuk waktu yang panjang.
Konsekuensi dari kehidupan yang serba praktis di atas menimbulkan berbagai persoalan pelik yang berlaku secara umum. Alam menjadi murka karena manusia tidak lagi mau mengambil hikmah atau pelajaran dibalik setiap kejadian yang terjadi di alam ini. Manusia menjadi semakin egois dan serakah. Sekali lagi manusia menampilkan wujud buruknya seperti yang terjadi di zaman dahulu.
Mungkin dengan kerendahan hati belajar dari alam sekitar merupakan salah satu wujud syukur manusia karena telah dianugerahi aset yang tak ternilai, yakni akal.
Labels:
Nature Inspiration
08.05
Pernah liat salah satu iklan rokok dengan kambing dan rumputnya dengan pesan yang sangat familiar di telinga kita? Ya, pesan berupa rumput tetangga selalu lebih hijau itulah yang gue maksud. Siapa yang ga pernah merasa kalau rumput tetangga jauh lebih hijau dari rumput sendiri? Perasaan ini suka sesekali muncul kalau kebanyakan lihat rumput orang lain memang.
Inspirasi Alam: Hijaunya Rumput
Pernah liat salah satu iklan rokok dengan kambing dan rumputnya dengan pesan yang sangat familiar di telinga kita? Ya, pesan berupa rumput tetangga selalu lebih hijau itulah yang gue maksud. Siapa yang ga pernah merasa kalau rumput tetangga jauh lebih hijau dari rumput sendiri? Perasaan ini suka sesekali muncul kalau kebanyakan lihat rumput orang lain memang.
Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, katanya. Tapi apakah kalian sudah lihat kondisi rumput kalian sendiri? Mungkinkah mata kita terlalu lama memandang rumput orang lain, hingga lupa rumput sendiri? Lupa untuk merawatnya, lupa memanfaatkannya. Tak ada habisnya memang kalau lihat rumput orang lain, tapi tentu selalu ada waktu untuk melihat rumput kita sendiri. Cobalah mulai sekarang perhatikan rumput kita yang lama tak diindahkan. Merasa ada yang salah? Coba telaah lagi apa penyebabnya. Bahkan ga ada salahnya kalau rumput tetangga yang kita anggap hijau tadi justru dijadikan sebuah pembelajaran, sebuah motivasi. Alangkah baiknya lagi jika kita bertanya sedikit kepada tetangga kita. Siapa tau mereka punya rahasia sukses dibalik hijaunya rumput tersebut?
Tunggu, atau jangan-jangan rumput kita sendiri sebenarnya sudah hijau dan bahkan lebih enak dipandang dibanding rumput-rumput tetangga tadi? Yuk, coba mulai perhatikan rumput sendiri.
Labels:
Nature Inspiration
07.46
Ada beberapa umat manusia yang kurang bisa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan dan turunkan. Kemudian ada juga beberapa umat yang tidak bisa mengambil hikmah dari sebuah kejadian yang bersifat alami dan duniawi. Tetapi banyak juga umat yang bisa mensyukuri dan mengambil hikmah dari kejadian alam tersebut. Saya mencoba untuk mengambil hikmah dari beberapa kejadian alam untuk memotivasi diri saya sendiri, mudah-mudahan juga ini bisa memotivasi sahabat-sahabat juga.
Malam “Malam yang gelap akan memberikan kita Pagi yang terang dan sejuk”.
Tidak selamanya kehidupan itu selalu terang. Saat kita sedang asyik bekerja tanpa terasa malam pun tiba, bagi sebagian orang dengan tipe pekerja keras dan berjuang untuk hidup, mungkin mejadikan malam sebagai sebuah kejadian yang menyebalkan, merekapun berkata ” Waduh…perkejaan belum selesai, mana dikejar oleh deadline,bisa-bisa dimarah bos ” . Bagi penjual koran mereka juga berkata ” Gimana nih…koran saya ga’ laku lagi, udah malem sih ” dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang mengutuk datangnya malam. Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari datangnya malam, dan sebenarnya banyak kejadian-kejadian yang mulia yang datangnya di malam hari jika kita mengetahui, Datangnya malam meberikan kesempatan kepada kita untuk mengistirahatkan jiwa dan raga kita, Datangnya malam membukakan mata kita bahwa ada keindahan diatas langit sana, lihatlah cahaya bulan, indahnya kedipan bintang gemintang. Datangnya malam juga memberikan kesempatan kepada manusia untuk memohon ampunan kepada tuhan, Datangnya malam kemulian dari seribu malam
Hujan “Hujan yang turun untuk memberikan pelangi indah kepada kita”
Tidak selamanya kehidupan itu sulit. Hujan juga menjadi bagian kejadian alam yang diberikan Allah, Hujan yang turun untuk menunjukkan beberapa kekuasaan Allah, diataranya adalah munculnya pelangi yang indah. Hujan juga bisa menimbulkan kebaikan dan kehancuran. Tetapi sesungguhnya Hujan selalu mendatangkan hal yang baik, jika menimbulkan hal yang tidak baik seperti banjir, itu adalah buah dari perbuatan manusia itu sendiri dan sebagai peringatan kepada kaum yang dzalim. hujan membawa berkah, hujan mensucikan dan menguatkan dan hujan sebagai peringatan
Inspirasi Alam: Malam dan Hujan
Ada beberapa umat manusia yang kurang bisa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan dan turunkan. Kemudian ada juga beberapa umat yang tidak bisa mengambil hikmah dari sebuah kejadian yang bersifat alami dan duniawi. Tetapi banyak juga umat yang bisa mensyukuri dan mengambil hikmah dari kejadian alam tersebut. Saya mencoba untuk mengambil hikmah dari beberapa kejadian alam untuk memotivasi diri saya sendiri, mudah-mudahan juga ini bisa memotivasi sahabat-sahabat juga.
Malam “Malam yang gelap akan memberikan kita Pagi yang terang dan sejuk”.
Tidak selamanya kehidupan itu selalu terang. Saat kita sedang asyik bekerja tanpa terasa malam pun tiba, bagi sebagian orang dengan tipe pekerja keras dan berjuang untuk hidup, mungkin mejadikan malam sebagai sebuah kejadian yang menyebalkan, merekapun berkata ” Waduh…perkejaan belum selesai, mana dikejar oleh deadline,bisa-bisa dimarah bos ” . Bagi penjual koran mereka juga berkata ” Gimana nih…koran saya ga’ laku lagi, udah malem sih ” dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang mengutuk datangnya malam. Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari datangnya malam, dan sebenarnya banyak kejadian-kejadian yang mulia yang datangnya di malam hari jika kita mengetahui, Datangnya malam meberikan kesempatan kepada kita untuk mengistirahatkan jiwa dan raga kita, Datangnya malam membukakan mata kita bahwa ada keindahan diatas langit sana, lihatlah cahaya bulan, indahnya kedipan bintang gemintang. Datangnya malam juga memberikan kesempatan kepada manusia untuk memohon ampunan kepada tuhan, Datangnya malam kemulian dari seribu malam
Hujan “Hujan yang turun untuk memberikan pelangi indah kepada kita”
Tidak selamanya kehidupan itu sulit. Hujan juga menjadi bagian kejadian alam yang diberikan Allah, Hujan yang turun untuk menunjukkan beberapa kekuasaan Allah, diataranya adalah munculnya pelangi yang indah. Hujan juga bisa menimbulkan kebaikan dan kehancuran. Tetapi sesungguhnya Hujan selalu mendatangkan hal yang baik, jika menimbulkan hal yang tidak baik seperti banjir, itu adalah buah dari perbuatan manusia itu sendiri dan sebagai peringatan kepada kaum yang dzalim. hujan membawa berkah, hujan mensucikan dan menguatkan dan hujan sebagai peringatan
Labels:
Nature Inspiration































