Biology Update:
Tampilkan postingan dengan label Biologi VIII SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi VIII SMP. Tampilkan semua postingan
09.56
Sistem Gerak Manusia
Kita dapat berdiri, berjalan, berlari dan berdiri tegak karena kita memiliki sistem gerak. Sistem gerak pada manusia meliputi tulang dan otot. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
1. TULANG
Tulang manusia membentuk rangka yang memiliki fungsi untuk:
· Untuk menegakkan berdirinya badan.
· Sebagai pelindung bagian yang penting seperti otak, mata, jantung, usus, dan lain-lain.
· Memberi bentuk badan.
· Sebagai tempat melekatnya otot.
· Sebagai alat gerak pasif.
· Sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam sumsum tulang.
Macam tulang:
a. Berdasarkan jenisnya tulang dibedakan menjadi 2 yaitu:
Tulang Keras
Tersusun atas banyak zat kapur dan sedikit zat perekat
Tulang Rawan
Tersusun atas sedikit zat kapur dan banyak zat perekat. Umumnya terdapat pada bayi yang nantinya akan mengalami pengerasan (penulangan atau osifikasi) sehingga ketika dewasa sebagian besar tulang adalah tulang keras kecuali pada daun telinga, cuping hidung, trakea.
b. Berdasarkan bentuk tulangnya tulang dibedakan menjadi 3 yaitu:
Tulang Pipa
Berbentuk seperti pipa panjang. Contoh: tulang hasta, tulang pengumpil, tulang paha, tulang kering, tulang betis
Tulang Pipih
Berbentuk lempengan tipis. Contoh: tulang penyusun tengkorak, tulang belikat, tulang rusuk
Tulang Pendek
Berbentuk ruas-ruas pendek. Contoh: tulang penyusun tulang belakang
![]() |
Rangka Manusia Terdiri dari:
a. Rangka kepala (tengkorak)
1 buah tulang dahi, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang kepala belakang, 2 tulang baji, 2 tulang pelipis, 2 tulang rahang rahang atas, 2 tulang rahang bawah, 2 tulang pipi, 2 tulang langit-langit, 2 tulang hidung, 1 tulang lidah
![]() |
b. Tulang Badan
Tulang Belakang:
7 ruas leher, 12 tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, 4 ruas tulang ekor
Tulang Dada
Terdiri dari 3 bagian yaitu bagian hulu, bagian badan dan taju pedang
Tulang Rusuk
7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, 2 pasang rusuk melayang
![]() |
Gelang Bahu
2 tulang belikat, 2 tulang selangka
Gelang Panggul
2 tulang usus, 2 tulang duduk, 2 tulang kemaluan
c. Tulang Anggota Gerak
Lengan
2 tulang lengan atas, 2 tulang pengumpil, 2 tulang hasta, 16, tulang pergelangan tangan, 10 tulang telapak tangan, 28 ruas tulang jari tangan
![]() |
Tungkai
2 tulang paha, 2 tulang tempurung lutut, 2 tulang kering, 2 tulang betis, 14 tulang pergelangan, 10 tulang telapak kaki, 28 ruas tulang jari kaki
PERSENDIAN
Tulang-tulang yang menyusun kerangka, berhubungan antara yang satu dengan yang lain
sehingga membentuk persendian. Berdasarkan sifat gerakan dari persendian, maka sendi
dapat dibedakan menjadi sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.
1. Sendi Mati (sinartrosis)
Sendi mati adalah hubungan antara tulang-tulang yang tidak dapat digerakkan. Contoh:
hubungan antara tulang-tulang tengkorak.
2. Sendi Kaku (amfiartrosis)
Sendi kaku adalah hubungan antara tulang-tulang yang memungkinkan sedikit gerakan
(gerakan sangat terbatas). Contoh: hubungan antara tulang dada dan tulang rusuk, hubungan
antara tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki, hubungan antara ruas tulang belakang.
3. Sendi Gerak (diartrosis)
Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang
secara bebas. Contoh: hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hubungan
antara tulang jari-jari tangan dan kaki, hubungan antara tulang paha dengan tulang kering, dan
lain-lain.
Berdasarkan arah gerakannya sendi gerak dapat dibedakan menjadi:
a. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah hubungan antara dua tulang di mana bonggol tulang yang satu sendi
berbentuk seperti bola (peluru), sedangkan bonggol tulang yang lain berbentuk seperti cawan
sehingga menimbulkan gerakan tulang ke segala arah. Contoh: hubungan tulang antara tulang
lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan tulang gelang
panggul.
b. Sendi Putar
Sendi putar adalah hubungan antara tulang-tulang di mana yang satu dapat berputar
mengitari tulang yang lain. Seperti pada hubungan tulang atlas dan tulang pemutar pada leher,
sehingga kepala kita dapat berputar ke kiri dan ke kanan. Contoh: hubungan antara tulang
hasta dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau menengadah.
c. Sendi Engsel
Sendi engsel mempunyai gerakan tulang ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh:
hubungan antara tulang lengan atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku,
hubungan antara tulang paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan
tulang-tulang pada jari tangan dan jari kaki.
d. Sendi Pelana
Sendi pelana adalah hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain sehingga
memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah. Contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dengan ibu jari.
2. OTOT
1. Macam-macam Otot
Berdasarkan susunan dan fungsinya, otot dibedakan menjadi:
a. Otot lurik (Serat Lintang)
Otot ini tersusun atas sel-sel yang berbentuk serabu tdan di bagian tepi mengandung inti. Jika dilihat di bawah mikroskop akan tampak bagian yang gelap dan terang seperti lurik. Oleh karena itu, disebut otot lurik atau disebut otot seran lintang karena bagian gelap dan terang
arahnya melintang. Serabut-serabut otot merupakan kumpulan dari selsel
otot sehingga membentuk jaringan. Serabut-serabut otot bergabung menjadi satu dan dibungkus dengan selaput fasia propia menjadi berkas otot yang lebih besar. Berkas-berkas otot bergabung menjadi satu kesatuan lagi dan dilapisi selaput yang disebut fasia superfisialis. Gabungan otot ini akan membentuk daging yang di bagian tengahnya terjadi pembesaran disebut empal, sedangkan di bagian-bagian ujungnya disebut tendon (urat). Ujung tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat pada tulang dan bergerak disebut insersi. Sifat-sifat otot lurik adalah sistem kerjanya dipengaruhi oleh kehendak kita, cara kerjanya cepat dan cepat lelah, gerakannya tidak teratur, inti sel lebih dari satu dan letaknya di tepi.
b. Otot jantung
Otot pada jantung tersusun dari sel-sel otot yang bergaris melintang seperti lurik yang terdiri dari serabutserabut otot membentuk berkas otot, sedangkan intinya terdapat di tengah dan terletak pada dinding jantung. Otot jantung memiliki sifat-sifat yang menunjukkan sifat gabungan antara otot lurik dan otot polos. Otot jantung berbentuk serabut memanjang bercabang-cabang seperti otot lurik, namun cara bekerja otot jantung di luar kesadaran seperti otot polos. Gerakannya teratur dan tidak cepat lelah. Jika gerakan jantung tidak teratur, jantung akan mudah rusak. Jantung adalah organ tubuh yang paling vital. Oleh karena itu, harus selalu dijaga kesehatannya. Faktor-faktor penyebab gerakan jantung tidak normal adalah terkejut, takut, marah, olahraga yang tidak teratur, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, minum-minuman keras, dan merokok.
c. Otot polos
Otot polos tersusun dari sel-sel otot polos,bentuknya polos, tidak memiliki bagian yang gelap danbagian yang terang. Sel-sel otot hanya mempunyai satuinti. Otot polos banyak menyusun organ-organ tubuh,misalnya dinding usus, dinding saluran kelenjar, saluranpernapasan, saluran pencernaan, dinding lambung,saluran ekskresi, dinding pembuluh darah dan getah
bening, hati, ginjal, dan limfa.
Perbedaan Otot Polos, Lurik, dan Jantung
PEMBEDA
|
OTOT POLOS
|
OTOT LURIK
|
OTOT JANTUNG
|
Bentuk
|
gelendong
|
serabut
|
serabut
|
Jumlah inti sel
|
1
|
banyak
|
banyak
|
Letak inti sel
|
Di tengah
|
Di pinggir
|
Di tengah
|
Cara Kerja
|
Tak sadar
|
Sadar
|
Tak sadar
|
Letak
|
Organ dalam tubuh misal usus, lambung
|
Otot yang melekat pada rangka tubuh
|
Jantung
|
CARA KERJA OTOT
Gerakan otot rangka adalah hasil kerja otot secara
berpasangan. Saat satu otot dari pasangan tersebut
berkontraksi, otot yang lain berelaksasi, atau kembali pada
panjang semula. Bila suatu berkas otot berkontraksi, otot
menjadi lebih pendek, berdiameter lebih besar, dan lebih
keras . Sebaliknya bila berkas otot berelaksasi, maka otot
menjadi lebih panjang, berdiameter lebih kecil, dan lebih
lunak.
Otot berpasangan
Otot bekerja berpasangan untuk mendorong terjadinya gerakan. Sebagai misal, pada manusia otot-otot bisep dan trisep bekerja berlawanan. Kerja kedua macam otot ini
bersifat antagonis. Ujung otot bisep melekat pada tulang belikat yang merupakan bagian yang tidak bergerak (origo). Ujung lainnya melekat pada tulang pengumpil, yang merupakan tulang yang digerakkan (insersio). Otot-otot trisep melekat pada tulang yang dan belikat (origo). Ujung lainnya melekat pada tulang hasta (insersio). Dalam hal ini tulang hasta adalah bagian yang bergerak. Radius Otot bisep disebut juga sebagai fleksor, karena otot ini membengkokkan sendi. Saat bisep berkontraksi, otot ini menarik tulang pengumpil sehingga membengkokkan sendi engsel pada siku. Untuk meluruskan tangan, terjadi proses sebaliknya. Saat otot trisep berkontraksi, tulang hasta ditarik ke arah bawah, dan bisep berelaksasi. Hasilnya tangan menjadi lurus. Otot trisep disebut sebagai ekstensor karena meluruskan sendi. Dua macam otot bisa bekerja tidak berlawanan atau bersifatsinergis. Contoh dari otot-otot sinergis adalah otot bisep dengan otot lengan bawah. Kedua macam otot ini sama-sama berkontraksi saat lengan membengkok.
GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM GERAK MANUSIA
1. Riketsia
Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari darah hingga pengerasan tulang. Penyakit ini terjadi pada anak. Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok
2. Osteoporosis
Osteoporosis disebabkan karena kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga
osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.
Fraktura (patah tulang)
Meskipun kuatdan lentur, tulang-tulang bisa patah. Patahnya tulang disebut fraktura. Fraktura tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidah
menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit. Dalam masa penyembuhan, ujung patahan tulang harus saling ditempelkanPeriosteum akan membuat sel-sel tulang baru. Jaringan tulang baru yang tebal (disebut kalus) terbentuk di sekitar patahan menutup keretakan. Jaringan yang bertambah tebal tersebut hilang saat tulang kembali ke bentuk semula dengan bantuan osteoklast. Penyembuhan patah atau retaknya tulang selalu dibantu dengan pembalut agar tidak mudah bergeser.
3. Artritis
Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang kadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah salah satu bentuk artritis
4. Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis
Lordosis
Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya
terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis bisa disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau karena kebiasaan yang salah.
Kifosis
Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis bisa disebabkan karena, penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.
Skoliosis
Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis bisa disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.
Labels:
Biologi VIII SMP
09.53
Gerak Pada Tumbuhan
Gerak pada tumbuhan merupakan respon dari adanya rangsang. Gerak pada tumbuhan berbeda dengan gerak pada hewan yang dapat dengan mudah kita amati karena berpindah tempat. Gerak pada tumbuhan hanya berlangsung pada sebagian organ tumbuhan saja kecuali pada tumbuhan bersel satu yang dapat bergerak berpindah tempat.
Berdasarkan asal datangnya rangsang, gerak tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu gerak endonom dan gerak esionom.
1. Gerak Endonom
Merupakan gerak tumbuhan dimana rangsang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Contohnya: Gerak kloroplas di dalam sel
2. Gerak Esionom
Merupakan gerak tumbuhan dimana rangsang berasal dari luar tubuh tumbuhan.
Gerak ini dibedakan menjadi 3 yaitu Tropisme, Nasti dan Taksis. Perbedaan ketiga macam gerak ini dapat dilihat di tabel berikut ini:
TROPISME
|
NASTI
|
TAKSIS
|
Gerak sebagian tubuh tumbuhan
|
Gerak sebagian tubuh tumbuhan
|
Gerak seluruh tubuh tumbuhan
|
Arah gerak ditentukan arah datangnya rangsang
|
Arah gerak tidak ditentukan arah datangnya rangsang
|
Arah gerak ditentukan arah datangnya rangsang
|
1. TROPISME
Berdasarkan macam rangsang gerak tropisme dibedakan menjadi:
a. Fototropisme
Merupakan gerak tropisme karena rangsang berupa cahaya
Contoh: Tumbuhan yang diletakkan di dekat jendela lama kelamaan batangnya tumbuh menuju jendela
b. Geotropisme
Merupakan gerak tropisme karena rangsang berupa gravitasi bumi
Contoh: Gerak akar menuju pusat gravitasi
c. Tigmotropisme
Merupakan gerak tropisme karena rangsang sentuhan
Contoh: Gerak sulur markisa membelit ajirnya
d. Kemotropisme
Merupakan gerak tropisme karena rangsang zat kimia
Contoh: Gerak akar menuju pupuk
e. Hidrotropisme
Merupakan gerak tropisme karena rangsang air
Contoh: Gerak akar menuju ke sumber air
2. NASTI
Berdasarkan macam rangsang gerak nasti dibedakan menjadi:
a. Fotonasti
Merupakan gerak nasti karena rangsang berupa cahaya
Contoh: mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari
b. Termonasti
Merupakan gerak nasti karena rangsang berupa suhu
Contoh: Mekarnya bunga tulip di Eropa pada musim panas
c. Seismonasti/niktinasti
Merupakan gerak nasti karena rangsang berupa sentuhan atau getaran
Contoh: Menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) pada saat disentuh
d. Niktinasti
Merupakan gerak nasti karena rangsang berupa gelap
Contoh: Gerak menutupnya daun lamtoro dan petai cina pada sore hari
e. Nasti Kompleks
adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh banyak rangsang yaitu rangsang cahaya, zat kimia, panas, dan air. Gerakan ini terjadi pada proses membuka dan menutupnya stomata
3. TAKSIS
a. Fototaksis
Merupakan gerak taksis karena rangsang berupa cahaya
Contoh: Gerak Euglena mendekati cahaya
b. Kemotaksis
Merupakan gerak taksis karena rangsang berupa zat kimia
Contoh: gerak spermatozoid ke arkegonium pada tumbuhan lumut.
Selain gerak endonom dan esionom masih dikenal satu macam gerak lagi yaitu gerak higroskopis yang dipengaruhi oleh kelembaban udara. Contoh gerak ini adalah pecahnya buah polong-polongan.
Labels:
Biologi VIII SMP
09.43
Jaringan Pada Tumbuhan
Jaringan pada tumbuhan meliputi jaringan meristem, jaringan jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorentim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkiim, jaringan xilem, dan jaringan floem.
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel yang bersifat selalu membelah diri. Jaringan ini kita jumpai pada ujung batang, ujung akar, dan pada kambium. Jaringan inilah yang menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tinggi dan besar, dan akar semakin panjang. Jaringan meristem yang terletak pada ujung batang maupun ujung akar disebut meristem primer. Jaringan meristem ini terdapat pada tumbuhan baik dikotil maupun monokotil. Jaringan meristem yang terletak antara floem dan xilem disebut jaringan meristem sekunder dan jaringan ini terdapat pada tumbuhan dikotil.
masih muda dan
2. Jaringan Parenkim (Jaringan Dasar)
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang hidup, bentuknya segi banyak, dinding tipis, punya rongga sel yang besar, mempunyai ruang antarsel, ada yang mengandung kloroplas, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Letak jaringan ini tersebar di seluruh bagian tubuh tumbuhan, baik pada akar, batang, daun, buah, dan biji.
3. Jaringan Epidermis
Jaringan ini menempati di seluruh permukaan tubuh tumbuhan dan tersusun dari selapis
sel yang tersusun rapat, dan biasanya tidak mengandung klorofil, kecuali pada sel penutup
pada stomata (mulut daun). Jaringan epidermis yang terletak pada akar yaitu di dekat ujung akar bisa mengalami modifikasi menjadi bulu akar. Sedang jaringan yang ada pada batang atau cabang bisa mengalami modifikasi menjadi lentisel (celah pada batang yang dipergunakan untuk pertukaran gas. Dan yang ada pada daun mengalami modifikasi menjadi stomata (mulut daun).
4. Jaringan Klorenkim
Jaringan ini sebetulnya berasal dari jaringan parenkim yang sudah mengalami
perubahan bentuk dan fungsinya. Sel-sel penyusunnya mempunyai kloroplas, sehingga dapat melakukan fotosintesis.
5. Jaringan Kolenkim
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang hidup dan berdinding tipis, jaringan ini mirip
dengan jaringan parenkim, tetapi jaringan ini sel-selnya mengalami penebalan dari selulosa
pada sudut-sudutnya.
6. Jaringan Sklerenkim
Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang telah mati, dinding selnya menebal. Bentuk jaringan
ini ada dua, yaitu:
a. Sklereida (sel batu): yaitu dinding sel yang tebal tersusun dari zat kayu dan mengandung
banyak noktah. Contoh: pada tempurung kelapa dan kulit kenari.
b. Serabut sklerenkim/serat: jaringan ini biasanya terdapat pada kulit tumbuhan dikotil dan
daun monokotil yang dapat dimanfaatkan serat-seratnya.
7. Jaringan Xilem (Pembuluh Kayu)
Xilem adalah jaringan pengangkut juga sebagai jaringan penyokong. Jaringan ini terletak
pada bagian kayu dan mempunyai dua macam bentuk, yaitu:
a. Trakeid; yaitu sekat-sekat antarselnya berpori.
b. Trakea; yaitu sekat-sekat antarselnya berliang.
Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar menuju daun
maka xilem terdapat pada akar, batang dan daun, baik pada tumbuhan dikotil maupun
monokotil dan tumbuhan berpembuluh lainnya.
8. JaringanFloem (Pembuluh Ayak/Tapis)
Jaringan floem terletak pada bagian kulit batang. Jaringan ini juga berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh jaringan ini tersusun dari sel-sel panjang yang ujung-ujungnya bergandengan membentuk suatu pembuluh.
STRUKTUR TUMBUHAN
AKAR
Fungsi Akar:
a. menyerap air dan mineral dari tanah
b. menegakkan batang tumbuhan
c. membantu pernafasan secara difusi
d. tempat menyimpan cadangan makanan
Struktur Anatomi Akar
![]() |
| Gambar diperoleh dari http://ilham-try.blogspot.com/ |
Akar tumbuhan terdiri dari jaringan epidermis, korteks dan silinder pusat (stele). Epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Di daerah ujung akar epidermis termodifikasi menjadi bulu akar. Korteks berperan sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan. Silinder pusat terletak dibagian paling dalam dari akar. Silinder pusat mengandung jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem. Xilem untuk mengangkut bahan fotosintesis, sedangkan floem untuk mengangkut hasil fotosinttesis.
BATANG
Fungsi Batang:
a. menyangga daun yang merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis
b. sarana jalan untuk bahan yang diangkut tumbuhan
c. tempat penyimpanan cadangan makanan
d. alat perkembangbiakan vegetatif
Struktur Anatomi Batang
![]() |
| gambar diperoleh dari http://www.blog.unnes.ac.id/ |
Batang tumbuhan terdiri dari jaringan epidermis, korteks, dan silinder pusat.
Epidermis berfungsi sebagai jaringan pelindung. Pada epidermis terdapat lenti sel yang terbentuk karena kegiatan kambium gabus.
Korteks tersusun dari sel-sel parenkim yang kadang-kadang parenkim membentuk kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi menguatkan tumbuhan.
Silinder pusat merupakan bagian terdalam dari tumbuhan yang tersusun oleh floem primer, kambium vaskuler, xilem primer, dan empulur.
Floem primer merupakan jaringan kompleks yang tersusun oleh beberapa macam sel yang mampu mengangkut zat organik hasil fotosintesis dari daun. Kambium vaskuler (kambium berpembuluh) Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang bersifat meristematik. Letak kambium vaskuler di antara xilem dan floem, sehingga jika kambium tersebut membelah ke arah dalam, akan membentuk xilem dan jika membelah ke arah luar, akan membentuk floem. Xilem dan floem yang baru terbentuk, disebut xilem dan floem sekunder. Xilem primer Merupakan jaringan pembuluh yang terbentuk pada pertumbuhan primer. Pembuluh xilem
berupa trakea atau trakeid.Empulur terletak pada batang bagian terdalam yang terdiri dari parenkim yang sel-selnyaberongga (ruang antarsel).
DAUN
Fungsi Daun:
a. tempat terjadinya fotosintesis
b. alat pertukaran gas
c. tempat terjadinya transpirasi
Struktur Anatomi Daun
![]() |
| Gambar diperoleh dari http://biologismaim.blogspot.com/ |
Daun terdiri dari jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.
Epidermis umumnya pipih dan lebar untuk melindungi bagian yang ada di bawahnya. Epidermis termodifikasi menjadi lapisan lilin untuk mengurangi penguapan. Pada epidermis bawah ada yang termodifikasi menjadi stomata (mulut daun)
Jaringan Pengangkut terdiri dari floem dan xilem yang terdapat pada tulang daun
Jaringan Parenkim yang umumnya juga disebut dengan mesofil. Jaringan ini tersusun atas jaringan pagar (palisade) dan jaringan bunga karang (spons). Jaringan palisade mengandung banyak klorofil yang berfungsi untuk tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan spons mengandung sedikit kloroplas sehingga masih memungkinkan terjadi fotosintesis.
Struktur Anatomi Bunga
![]() |
| Gambar diperoleh dari http://evibio.blogspot.com/ |
Bunga tersusun dari kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Kelopak bunga (kalik) berfungsi untuk melindungi bunga pada saat kuncup. Mahkota bunga berwarna menarik dan berbau harum berfungsi untuk menarik serangga. Putik merupakan alat kelamin betina dari sebuah bunga. Tiap putik memiliki pangkal yang menggembung disebut bakal buah (ovarium) berisi satu atau lebih bakal biji (ovum). Benang sari (stamen) adalah kelamin jantan dari sebuah bunga. Tiap benang sari terdiri atas sebuah tangkai sari dan sepasang kepala sari sebagai tempat sepasang kepala sari.
BUAH
Fungsi Buah:
Membantu proses penyebaran biji.
Bagian buah terdiri dari beberapa lapisan: eksokarpium, yaitu lapisan buah
bagian luar, mesokarpium, yaitu lapisan buah bagian tengah;endokarpium, yaitu lapisan
buah bagian dalam, karpel yaitu pembungkusan buah.
Berdasarkan asal terbentuknya buah dibedakan menjadi:
1. Buah sejati, yaitu jika buah berasal dari bakal buah. Contoh: buah mangga, pepaya,
rambutan, dan lain-lain.
2. Buah tidak sejati (semu), yaitu buah yang dibentuk dari selain bakal buah, misalnya dari
kelopak bunga tangkai bunga, atau daun bunga yang berubah menjadi buah.
Contoh:
a) Jambu mete, buah berasal dari tangkai yang dipakai untuk menyimpan makanan.
b) Nangka, buah berasal dari daun bunga yang dipakai untuk menyimpan makanan.
c) Ciplukan, buah berasal dari kelopak yang dipakai untuk menyimpan makanan.
d) Nanas, buah berasal dari daun bunga.
e) Apel, buah berasal dari dasar bunga yang membesar
Labels:
Biologi VIII SMP














