Biology Update:
Tampilkan postingan dengan label Bionews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bionews. Tampilkan semua postingan
13.39
Nasib Satwa Kebun Binatang Surabaya

Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina, Meilani (15), berada di salah satu kandang khusus perawatan harimau dengan kesehatan bermasalah, di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (18/4). Meilani yang merupakan bagian dari 10 ekor Harimau Sumatera yang ada di KBS, mengalami gangguan pencernakan sudah selama empat tahun, dan pihak KBS sudah melakukan tindakan perawatan kesehatan sesuai standar yang ada.
Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina, Meilani (15), berada di salah satu kandang khusus perawatan harimau dengan kesehatan bermasalah, di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (18/4). Meilani yang merupakan bagian dari 10 ekor Harimau Sumatera yang ada di KBS, mengalami gangguan pencernakan sudah selama empat tahun, dan pihak KBS sudah melakukan tindakan perawatan kesehatan sesuai standar yang ada.

Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina, Meilani (15), berada di salah satu kandang khusus perawatan harimau dengan kesehatan bermasalah, di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (18/4). Meilani yang merupakan bagian dari 10 ekor Harimau Sumatera yang ada di KBS, mengalami gangguan pencernakan sudah selama empat tahun, dan pihak KBS sudah melakukan tindakan perawatan kesehatan sesuai standar yang ada.

Seorang perawat satwa, Kamto (49), mengecek reflek seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina, Meilani (15), berada di salah satu kandang khusus perawatan harimau dengan kesehatan bermasalah, di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (17/4). Meilani yang merupakan bagian dari 10 ekor Harimau Sumatera yang ada di KBS, mengalami gangguan pencernakan sudah selama empat tahun, dan pihak KBS sudah melakukan tindakan perawatan kesehatan sesuai standar yang ada.

Harimau Bengal Putih tanpa kuping mengalami ganguan kesehatan di dalam Kebun Binatang Surabaya, 10 Maret 2012.

Beruang madu dimasukan kedalam kandang karena mengalami tumor kulit di dalam Kabun Binatang Surabaya 10 Maret 2012.

Petugas pemberikan infus kepada seekor gajah Sumatera Fitri yang sakit di Kebun Binatang Surabaya, 26 Juli 2011. Fitri mempunyai masalah dengan perut dan kakinya.

Kliwon, jerapah jantan berumur 30 tahun dirawat oleh petugas Kebun Binatang Surabaya pada 1 Maret 2012. Kliwon akhirnya mati karena di dalam perutnya terdapat botol plastik.

Sejumlah petugas melakukan otopsi terhadap komodo (varanus komodoensis) betina yang mati, di ruang karantina Kebun Binatang, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 8 November 2011.
Labels:
Bionews
13.40
Ilmuwan Biologi Masuk Islam Saat Penelitian
1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir’aun
Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975.
Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.
Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?
Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.
Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: “Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.
Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.
2.Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam
Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.
Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.
Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.
3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat
Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.
Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.
Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.
4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat
Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.
Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.
Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.
5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.
Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.
Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.
Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.
Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya.
Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.
Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:
“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.
Labels:
Bionews
03.57
Bioluminesensi
Bioluminesensi merupakan emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu.Hingga saat ini, bioluminesensi telah ditemukan secara alami pada berbagai macam makhluk hidup seperti cendawan, bakteri, dan organisme di perairan, namun tidak ditemukan pada tanaman berbunga, hewan vertebrata terestrial, amfibi, dan mamalia. Sebagian besar plankton memiliki kemampuan menghasilkan pendaran, terutama plankton yang hidup di perairan laut dalam. Pada mikroba, bioluminesensi yang dihasilkan belum diketahui manfaatnya, sedangkan pada hewan umumnya digunakan sebagai sinyal kawin, predasi, dan perlindungan terhadap pemangsa.
10. Jamur bercahaya
ada beberapa spesies jamur yang bersinar dalam gelap. Yang digambarkan di atas adalah stipticus Panellus, dan mereka bersinar cukup terang sehingga terlihat bahkan dalam cahaya rendah (sebagai lawan gelap gulita.) Anda bahkan dapat membeli beberapa jamur bercahaya ini dan menanamkan sendiri. Sebagian besar spesies tidak bersinar seterang stipticus, dan cahaya hanya bisa dilihat di bawah mikroskop atau di dalam gelap gulita , tapi Panellus bisa terlihat seperti di atas .
9. Kalajengking
Kalajengking tidak benar-benar menghasilkan cahaya mereka sendiri, seperti jamur, tapi mereka bersinar di bawah Blacklight seperti uang asli yang yang berada di neon biru . Mereka memiliki zat kimia dalam exoskeleton mereka yang bersinar bawah sinar ultraviolet. "
8. Hewan Bioluminesensi rekayasa manusia
Para ilmuwan telah mengembangkan hubungan cinta dalam setengah dekade terakhir untuk sesuatu yang disebut GFP, atau Green Fluorescing Protein.
Ini semacam cairan ataupun tinta yang dimasukkan ke dalam banyak hal yang bisa jadi berbahaya ataupun kadang tidak sama sekali..Para ilmuwan telah menggunakannya sebagai penanda genetik untuk mempelajari segala sesuatu dari genetika untuk membuat ikan yang waspada pada pencemaran (tujuan dari adanya ikan glofish). Cairan ini adalah Protein awalnya berasal dari ubur-ubur bercahaya
7. Cumi-Cumi Kunang2
Ada makhluk yang hidup di laut dalam yang tidak murni sebagai peneror, dan Cumi-Cumi Kunang2 ini merupakan salah satu dari mereka. Tubuhnya tercakup dalam photophores , sel yang menghasilkan cahaya, yang memungkinkan untuk bersinar dalam semua pola yang diinginkan.
Mereka bercahaya ketika berada di bawah saat siang,dan mereka bisa mencocokkan pola dan keremangan cahaya yang berasal dari permukaan.Hal ini memungkinkan mereka untuk menyamarkan diri terhadap cahaya.Mereka juga menyalakan seluruh tubuh mereka selama musim kawin, karena ..mereka hanya hidup untuk satu tahun..
Jadi dengan hidup yang demiian pendek ini mengapa kita tidak membuatnya penuh dengan cahaya ?
6. Kunang-kunang Raksasa (Lamprigera)
Melacak informasi tentang Kunang-kunang Raksasa (Lamprigera) sangat sulit, sangat sedikit informasi online tersedia, tetapi ternyata Kunang-kunang Raksasa (Lamprigera) cukup dikenal baik oleh penduduk lokal di Thailand.
Ada video dari satu kunang sedang merangkak , Anda dapat melihat tuchus bersinar yang kanan melalui sepotong kain. Kumbang ini mempunyai panjang sekitar 3 inci, dan menurut deskripsi YouTube, cahaya / sinar Kunang-kunang Raksasa (Lamprigera) bisa dilihat dalam gelap dengan mudah dari jarak 100 meter,ini lebih dari panjang dari lapangan sepak bola.
5. Gua - gua Waitomo,Selandia Baru
Cacing cahaya, larva sejenis nyamuk, garis langit-langit dari aptly bernama "Cacing gua bercahaya." Mereka menggantung berbaris dengan sinaran cahayanta, hingga 70 cacing, untuk menarik lalat dan ngengat demi mendapatkan santapan. Dan dalam beberapa spesies, umpan bercahaya mereka adalah ingus beracun! Bukankah mengagumkan bahwa alam bisa membuat sesuatu yang begitu cantik, namun juga begitu mengerikan?
4. Terriswalkeris terraereginae (Cacing Raksasa Auckland)
Terriswalkeris adalah cacing sepanjang 2 meter biru panjang yang meninggalkan jejak lendir bersinar.
Ini terlihat seperti cacing raksasa bergetah, dan meskipun itu adalah dari dalam tanah, namun hewan ini tidak beracun;hal yang terburuk dari hewan ini adalah bisa membuat anda geli, ngeri dan jijik banget ...
Cacing Auckland berukuran sama dan berasal dari Selandia Baru, yang tampaknya merupakan pusat untuk cacing bersinar. Ini bahkan lebih jarang daripada Aussie Gummy, dan hewan ini bersinar dengan sangat terang sehingga Anda dapat dibaca oleh cacing-cahaya! Namun Cacing ini terkenal sangat rapuh, sangat jarang orang bisa memungutnya untuk dibawa tanpa membunuhnya...
3. Bakteri Bioluminesensi
Berikut fakta menyenangkan, sejumlah besar hewan bercahaya sebenarnya hanya segerombolan bakteri yang menghasilkan cahaya. Hewan seperti ikan lentera dan beberapa jenis udang adalah rumah dari koloni bakteri bercahaya.
2. Ubur-Ubur Aequorea
Spesies ini ada di kehidupan sekitar Amerika Utara, meskipun ubur-ubur yang menghasilkan protein adalah hewan asli dari asia, Namun ubur - ubur ini mempunyai kesamaan yang besar dengan itu ..
Mereka hampir tidak terlihat ketika mereka tidak bersinar, tetapi kabar baiknya adalah bahwa ukuran ubur - ubur Aequorea ini kecil dan tidak akan mengirim Anda ke rumah sakit seperti ubur-ubur kotak.
Mereka tampaknya konten melayang sekitar dan meminjamkan materi genetik mereka untuk para ilmuwan yang akan memasukkannya kedalam sebuah klasifikasi yang lucu ataupun nggak begitu jelas.
1. Dinoflagellates
Dinoflagellates adalah Protozoa / plankton yang bertanggung jawab untuk kekacauan yang menakutkan saat muncul di permukaan laut. Dinoflagellata ini juga menyebabkan laut pasang berwarna merah, tapi mereka hanya bersinar ketika terganggu , oleh perenang, atau bahkan gelombang, dan saat itu adalah menakjubkan untuk diamati. Juga, mereka tidak muncul untuk menghasilkan racun terlalu banyak, sehingga, Anda tahu, itu bagus.
Aku belum pernah melihat mereka dengan mata saya sendiri, tetapi gambar saja sudah cukup untuk membuatku diam dan terpaku pada kebesaran karya sempurna dari sang pembuat hidup ..
Labels:
Bionews
14.29
Jenis Hiu Terbesar Dunia
Hiu sangat populer sebagai mahluk laut paling ganas. Bangsa-bangsa di kawasan Pasifik, seperti Hawaii bahkan punya mitos yang meyakini hiu sebagai penjaga samudera. Mereka menyebutnya Aumakua. Sesungguhnya, tak semua jenis hiu tergolong berbahaya. Ukuran dan bobot tidak bisa dijadikan pedoman kekejaman hiu. Nah, guna mengenal penguasa lautan ini, tak ada salahnya kita lihat 10 hiu berukuran besar.
1. Whale Shark
Whale Shark (Rhincodon Typus) adalah hiu TERBESAR di dunia! Hiu paus dapat hidup sehingga 41 kaki (sekitar 12 meter) dan berat hingga 15 tons. Meskipun besar, hiu paus (Whale Shark) tidak termasuk golongan buas, gerak mereka sangat lambat dan hanya memakan ‘phytoplankton’. Populasinya ada di sekitar laut khatulistiwa dan perairan yang hangat. Spesies yang berasal dari kehidupan 60 juta tahun yang lalu ini mampu hidup hingga 70 tahun lamanya.
2. Basking Shark
Hiu Basking - nama latin: Cetorhinus Maximus, menempati posisi sebagai ikan hiu terbesar ke 2 di dunia. Panjangnya bisa mencapai 40 kaki, dan pernah tertangkap dengan berat hingga 19 ton. Meskipun berbadan besar, hiu jenis ini cenderung lambat dan bukanlah predator alias pemangsa, sama seperti hiu paus.
3. Great White Shark
Great White Shark (Carcharodon Carcharias), adalah salah satu dari hiu yang terganas di dunia. Dapat mencapai panjang hingga 26.2 kaki dan berat hingga 5000 lbs (2267.96 kg). Hiu Great White adalah hiu terakhir dari jenis species, Carcharodon. Teritorialnya sangat luas, dapat di temukan di lepas pantai semua lautan. Film "Jaws" terinspirasi dari hiu jenis ini.
4. Tiger Shark
Tiger Shark (Galeocerdo Cuvier) menempati urutan ke-4 hiu terbesar di dunia dengan panjang hingga 24.3 kaki. Seperti halnya hiu putih, spesies yang satu ini juga terkenal dengan kekejamannya. Dari semua jenis hiu yang ada, hiu macan terkenal suka menyerang perenang. Habitatnya di daerah perairan khatulistiwa dunia tetapi lebih cenderung di sekitar perairan Pasifik.
5. Pacific Sleeper Shark
Satu hal yang membuat hiu jenis ini menarik yakni merupakan salah satu dari sedikit jenis hiu yang dapat di temukan di daerah bertemperatur rendah (daerah menghadap kutub). Meskipun biasanya hidup di laut dalam, dengan kedalaman hingga 6500 kaki di bawah permukaan laut. Hiu Pacific Sleeper (Somniosus pacificus) bisa mencapai panjang 23 kaki dan berat hingga 800 lbs (362,87 kg).
6. Greenland Shark
Hiu Greenland Shark (Somniosus Microcephalus) dikenal juga dengan ‘sleeper shark’, ‘gurry shark’, ground shark’, ‘grey shark’ atau ‘ Inuit Eqalussuaq. Hiu ini dapat tumbuh hingga 21 kaki, hidup di sekitar perairan Atlantik utara dekat wilayah Greenland dan Iceland. Yang menakjubkan, usianya bisa mencapai 200 tahun, karena itulah termasuk jenis vertebrata (bertulang belakang) dengan usia hidup terlama.
7. Great Hammerhead Shark
Great Hammerhead (Sphyma mokarran) adalah hiu terbesar dari semua jenis hiu hammerhead (hiu martil) yang dapat hidup hingga 20 kaki. Great Hammerheads dapat di temukan di seluruh dunia layaknya hiu–hiu yang hidup di perairan khatulistiwa. Berbeda dengan hiu lainnya, Great Hammerhead sebisa mungkin menghindar dari manusia. Dengan kata lain, hiu ini sangat pemalu. Hiu Great Hammerhead terbesar yang pernah di tangkap oleh manusia adalah jenis betina dengan berat 1280 lbs (580,59 kg)
8. Thresher Shark
Thresher Shark adalah jenis hiu besar yang bisa mencapai panjang hingga 18 kaki. Hiu ini biasa nya hidup di perairan khatulistiwa. Hiu Thresher seringkali terlihat ‘ramping’ dari ukuran sebenarnya. Tetapi jangan tertipu oleh muslihatnya, karena hiu ini dapat mencapai berat hingga 1100 lbs (498.95 kg).
9. Bluntnose Sixgill Shark
Hiu Bluntnose Sixgill (Hexanchus griseus) kita masukkan di urutan ke-9. Panjangnya maksimal sekitar 15,8 kaki. Banyak orang menyebutnya hiu sapi. Kebanyakan jenis dari saudara hiu ini sudah punah. Warnanya bervariasi dari warna coklat hingga mendekati hitam.
10. Bigeye Thresher Shark
Jenis ikan hiu Bigeye Thresher (Alopias superciliosus) dapat di temukan di daerah laut khatulistiwa di kedalaman 1650 kaki di dasar laut. Hiu Bigeye Thresher mempunyai ciri khas berwarna abu keunguan dan dapat hidup sepanjang 15.1 kaki dan mencapai besar hingga 795 lbs (360.60 kg).
Labels:
Bionews





























